Transmisi Covid Masih Mungkin, Warga Jangan Abai

SOLO—Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC19) menilai Kota Solo termasuk zona kuning atau risiko rendah karena persebaran virus SARS CoV-2 terkendali. Kendati begitu tetap ada kemungkinan transmisi.
Kategori risiko zona kuning berdasarkan situs covid19.go.id adalah masih ditemukannya kasus positif Covid-19, kemudian transmisi dari kasus impor dan tingkat rumah tangga bisa terjadi, serta kluster penyebaran terkendali dan tidak bertambah.
Zona kuning berada di posisi ketiga di kategori risiko, setelah zona merah dan zona oranye. Jika tidak ada kasus terkonfirmasi positif, maka kategori berada setingkat di atas zona kuning yakni zona hijau.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 hingga Selasa (30/6), tersisa tiga orang. Dua di antaranya dirawat inap di rumah sakit dan seorang menjalani karantina mandiri.
“Sejak Kamis (25/6) tidak terjadi penambahan kasus, stabil kumulatif di angka 42 orang. Namun warga tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan, karena tren pasien dalam pengawasan (PDP) masih terus bertambah,” kata dia, dihubungi Koran Solo, Selasa.
Jumlah kumulatif pasien dalam pengawasan (PDP) menyentuh 271 orang. Dari jumlah itu, 15 orang menjalani rawat inap, 219 sembuh, dan 37 PDP meninggal dunia. Sementara jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 652 orang, dengan uraian 1 orang masih menjalani rawat jalan, dan sisanya selesai.
Masih mengutip situs yang sama, masyarakat di dalam zona kuning bisa beraktivitas di luar rumah dengan protokol kesehatan. Penelusuran kontak agresif pada kasus positif, ODP, dan PDP, warga tetap menjaga jarak di dalam dan luar ruangan, salah satunya transportasi publik.
Industri dan aktivitas bisnis bisa dibuka serta perjalanan diperbolehkan dengan protokol kesehatan ketat. Begitu pula, tempat olahraga, fasilitas pelayanan kesehatan. Akan tetapi, kelompok rentan tetap disarankan di rumah dan kegiatan keagamaan terbatas bisa dilakukan.
Kendati termasuk zona kuning, angka reproduksi virus SARS CoV-2 hingga Minggu (28/6) masih berada di atas 1 atau tepatnya 1,31 sesuai situs covid.bappenas.go.id.
Angka reproduksi yang disimbolkan dengan huruf R itu disampaikan berbeda oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat pengarahan bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ganjar menyebut R Kota Solo sudah berada di bawah 1 atau tepatnya 0,76.
“Kemungkinan perbedaan angka itu terjadi karena hitungan data di Bappenas sampai dengan sebelum Minggu atau pekan lalu. Sedangkan yang disampaikan Pak Ganjar, data sampai Senin (29/6), di mana sudah ada kesembuhan baru. Seorang pada Sabtu (27/6) dan dua orang pada Senin,” ucapnya. Ia berharap kasus Covid-19 di Kota Bengawan tidak lagi bertambah. (Mariyana Ricky P.D.)