KISRUH PT TYFOUNTEX INDONESIA Demi Pesangon, 245 Karyawan Mundur

SUKOHARJO—Sebanyak 245 karyawan PT Tyfountex Indonesia mengundurkan diri demi mencairkan dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan pesangon.

Bony Eko Wicaksono
redaksi@koransolo.co

Sementara manajemen pabrik membuka posko pelayanan informasi karyawan yang hendak mengundurkan diri hingga 24 Juli. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengunjungi PT Tyfountex Indonesia di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Rabu (1/7).
Sakina didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo, Bahtiyar Zunan dan sejumlah pejabat Disperinaker Sukoharjo. Mereka ditemui Kepala Bagian (Kabag) Personalia PT Tyfountex Indonesia, Ima Yulia Kurnia Asmara.
Dalam pertemuan itu, Sakina ingin mengetahui kasus perselisihan antara manajemen pabrik dengan karyawan yang mencuat sejak beberapa bulan lalu. “Kondisi pabrik tekstil merugi sejak 10 tahun lalu. Imbasnya, banyak karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan secara bertahap,” kata Sakina, Rabu.
Sakina menyampaikan empat kali mediasi tripartit yang difasilitasi Disperinaker Sukoharjo menemui jalan buntu. Kemudian, unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Sukoharjo memanggil manajemen pabrik dan perwakilan serikat pekerja pada 10 Juni.
Hasilnya, manajemen pabrik sanggup membayarkan pesangon kepada karyawan yang mengundurkan diri yakni satu kali gaji. Manajemen pabrik siap menerbitkan surat keterangan bagi karyawan yang berniat mengundurkan diri sebagai syarat mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan.
Ditransfer
“Hingga sekarang jumlah karyawan yang mengundurkan diri sebanyak 245 orang. Mereka sudah mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan yang ditransfer lewat rekening bank,” ujar dia.
Kepala Disperinaker Sukoharjo, Bahtiyar Zunan, mengungkapkan manajemen perusahaan terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.100 karyawan pada 2019. Kebijakan PHK karyawan diselesaikan lewat jalur pengadilan.
Kemudian, pada awal Januari-Maret, manajemen perusahaan juga mengambil kebijakan merumahkan lebih dari 3.000 karyawan secara bertahap.
Mantan Camat Kartasura tersebut telah berulangkali memimpin mediasi tripartit yang hasilnya belum ada titik temu. “Karyawan diberi opsi mengundurkan diri atau tidak. Jika mengundurkan diri mendapat dana BPJS Ketenagakerjaan ditambah satu kali gaji. Apabila karyawan ngotot tidak mengundurkan diri bisa jadi tak dapat pesangon karena kondisi keuangan perusahaan merugi,” papar dia.
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Personalia PT Tyfountex Indonesia, Ima Yulia Kurnia Asmara, menyatakan pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan dipercepat agar para mantan karyawan bisa segera mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari di tengah pandemi Covid-19.
Biasanya, pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan selama satu bulan setelah pengajuan. Kini, mantan karyawan hanya menunggu kurang dari sepekan untuk mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan.