Tindakan Kecil yang Menyelamatkan Nyawa

Rudi Hartono

Suyat lekas beranjak dari tempatnya berdiri tatkala melihat senar yang menjuntai dari ujung pohon jambu hingga tepi jalan raya ruas Dusun Karangtengah, Singodutan, Selogiri, Wonogiri, Rabu (1/7).
Saat itu dia membersihkan taman tepi jalan. Sesampainya di lokasi senar yang menjuntai dia menemukan layangan tergeletak. Senar tersebut tersambung ke layangan. Dia lalu mengambil layangan lalu menarik senar dengan cukup kuat lantaran tersangkut di dahan. Pengguna jalan raya Sukoharjo-Wonogiri yang berseliweran tak menghiraukannya.
Lelaki 49 tahun warga Wonokarto, Kecamatan Wonogiri itu mengira senar yang ditariknya hanya pendek. Namun, setelah beberapa lama ditarik senar tak kunjung terlepas dari dahan. Saat itu sepintas dia seperti sedang bermain layangan. “Panjang betul senarnya. 50 meter lebih ini,” kata petugas kebersihan taman itu.
Setelah semua senar berhasil ditarik, Suyat menggulungnya dengan sebongkah batu. Senar itu mengingatkannya dengan berita ada orang meninggal dunia gara-gara leher terluka parah akibat tersangkut senar layangan di Solo dan korban luka leher lainnya di daerah lain, beberapa waktu lalu. Dia mengaku merinding setiap kali ingat peristiwa itu. Suyat tak ingin peristiwa tersebut terjadi di Wonogiri.
“Senar ini kalau kena angin bisa ke arah jalan. Kalau terjadi seperti itu membahayakan pengendara motor. Apalagi pengendara yang melintas di jalan raya ini cukup banter semua karena menanjak,” ucap Suyat.
Dia mendapat informasi ada warga Giriwono, Kecamatan Wonogiri yang menjadi korban luka leher akibat tersangkut senar pancing belum lama ini. Menurut dia sebaiknya orang tua yang memiliki anak melarang anaknya bermain layangan di permukiman, terlebih sangkutan atau adu kuat senar layangan.
Senar layangan yang terputus bisa melintang di jalanan. Jika ingin bermain layangan lebih baik di lapangan atau di area persawahan yang jauh dari jalan dan tak boleh sangkutan.
“Orang tua harus benar-benar memperhatikan. Ini menyangkut masalah keselamatan jiwa seseorang. Kalau ada senar di mana pun tempatnya sebaiknya digulung. Jangan dibiarkan saja. Semua pihak harus peduli,” ujar Suyat lagi.
Adanya korban luka leher akibat tersangkut senar layangan pernah diinformasikan pengelola akun Facebook Arvin Chandra di Grup Info Cegatan Wonogiri, sepekan lalu. Saat itu dia mengunggah foto seorang lelaki dewasa dengan kondisi leher terluka disertai kalimat yang mengisyaratkan orang tersebut terluka akibat terkena senar layangan. Hanya, Arvin Chandra tak menginformasikan lokasi dan identitas korban. Hingga, Rabu, bahasan itu mendapatkan 800 komentar.