Perundingan Warga dan PT Sumber Sandang Buntu

KLATEN—Pemerintah Kecamatan Delanggu, Klaten bakal menengahi kepentingan warga Dukuh dengan manajemen pabrik dalam menyikapi keberadaan Sungai Sigong di dalam kompleks PT Sumber Sandang Top.
Pertemuan warga Dukuh dengan manajemen pabrik sempat meruncing karena terjadi perbedaan keinginan terkait penempatan Sungai Sigong di dalam pabrik atau pun di luar pabrik.
Berdasarkan pantauan Koran Solo, perwakilan tokoh warga Dukuh kembali bertemu dengan perwakilan manajemen pabrik garmen, PT Sumber Sandang Top di kantor Desa Dukuh, Kamis (2/7) pagi. Di pertemuan kali kedua itu, manajemen pabrik diwakili pemiliknya, Purwono.
Pertemuan juga dihadiri anggota Muspika Delanggu dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Klaten, Agus Suprapto. Pertemuan yang sempat molor beberapa jam itu sedianya dimulai pukul 09.00 WIB. Pertemuan warga dengan manajemen pabrik baru rampung pukul 13.30 WIB.
“Kami ingin pertahankan hak sungai, bantaran sungai, plus jalan. Sungai Sigong tetap di luar pabrik. Di sini, kami juga mempertanyakan soal perizinan. Sebagai warga yang bersebelahan dengan pabrik, setahu saya belum ada yang dimintai tandatangan [perizinan],” kata salah seorang warga Dukuh, Kecamatan Delanggu, Sugiyono, di sela-sela pertemuan, Kamis.
Hal senada dijelaskan warga Dukuh lainnya, Sunarwan. Keberadaan Sungai Sigong sangat dibutuhkan warga guna mengairi areal pertanian di Dukuh.
“Sawah menjadi sumber pendapatan warga. Jangan sampai air susah mengalir ke sawah,” katanya.
Pemilik PT Smber Sandang Top, Purwono, mengatakan pembangunan dan pendirian pabrik garmennya tak akan mengganggu kelancaran aliran air di Sungai Sigong. Sebaliknya, manajemen pabrik telah meluruskan aliran sungai dari yang berbelok-belok menjadi lurus.
“Kami tak akan mengganggu atau pun merugikan petani dengan menggunakan saluran air itu [Sungai Sigong]. Kami memberikan akses bagi warga yang ingin mengecek saluran sungai [sewaktu-waktu]. Tak hanya secara legal standing, jika perlu dinotariskan. Saya datang ke sini untuk berinvestasi,” katanya.
Kepala DPMPTSP Klaten, Agus Suprapto, mengatakan PT Sumber Sandang Top telah mengantongi persyaratan izin mendirikan bangunan (IMB).
Pelaksana Tugas (PLt) Camat Delanggu, Jaka Suparja, mengatakan bakal menengahi keinginan warga dan manajemen agar segera menemukan titik temu di waktu mendatang. (Ponco Suseno)