Penumpang Bisa Pantau BST di HP

Akhmad Ludiyanto

SOLO—Informasi terkait bus Solo Batik Trans (BST) bisa diakses penumpang maupun calon penumpang melalui aplikasi Teman Bus yang sudah tersedia di GooglpePlay dan Appstore.
Kemudahan ini merupakan bagian dari peningkatan layanan bus dalam program buy the service (beli layanan) yang dilakukan pemerintah terhadap angkutan massal perkotaan.
Untuk diketahui, Solo menjadi satu dari lima kota di Indonesia yang menjadi sasaran dalam program beli layanan tersebut. Melalui program ini, pemerintah membeli/mengambil alih hampir semua aspek mulai armada, operator, hingga manajemen bisnisnya. Sedangkan pemerintah daerah, termasuk Pemkot Solo berfokus kepada penyediaan koridor dan feeder (angkutan pengumpannya). Buy the service untuk transportasi umum ini dinamakan Teman Bus, meskipun di Solo armadanya menggunakan BST.
“Kelebihan dari program ini adalah busnya bagus, biaya murah, bisa diakses dengan mudah dengan [aplikasi di] ponsel,” ujar Dirjen Perhubungan Darat pada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi saat peluncuran BST koridor 3 dan 4 di Pendapi Gede kompleks Balaikota Solo, Sabtu (4/7).
Budi menambahkan, dari aplikasi yang bisa diakses dengan ponsel itu masyarakat bisa mengetahui banyak informasi mengenai BST seperti jadwal keberangkatan, posisi bus, dan jadwal kedatangan. Sehingga masyarakat dapat mengantisipasi atau mempersiapkan banyak hal dari informasi tersebut.
Beli layanan/Teman Bus di Solo menyediakan 80 unit bus yang melayani 4 koridor yang ada, namun sementara waktu melayani dua koridor, yakni 3 dan 4.
Koridor di Solo masing-masing Koridor 1 rute Bandara Adi Soemarmo-Palur dengan panjang koridor 53 km, koridor 2 rute Kerten-Palur sepanjang 27,7 km, koridor 3 rute Kartasura-Tugu Cembengan sepanjang 33 km, dan koridor 4 Kartasura-Palur (via Terminal Tirtonadi).
Sebelumnya, melalui program beli layanan-TemanBus ini penumpang BST dibebaskan dari biaya/ongkos naik bus sejak Juli hingga Desember 2020.
Sementara itu, dalam acara yang dihadiri jajaran direksi BNI dan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo ini, Dirjen juga mengatakan rencananya untuk mengaplikasi sistem trasportasi BTS yang didukung dengan angkutan pengumpan (feeder) di daerah lain. “Saya lihat ini bagus, ketika BST-nya ada, feeder-nya sudah terbentuk. Di Solo ini akan kami contoh [untuk daerah-daerah lainnya],” imbuh Budi.
Sementara itu, Wali Kota berharap melalui beli layanan ini transportasi massal di Solo terus berkembang sebagai upaya mengurangan pengunaan kendaraan pribadi. “Harapannya, masyarakat semakin banyak yang pakai transportasi umum yang sudah nyaman ini. Sehingga penggunaan kendaraan pribadi terus berkurang. Kemacetan dan polusi juga bisa ditekan,” ujarnya.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menambahkan fasilitas baru bus pada BST yang akan beroperasi di koridor 3 dan 4. Fasilitas itu di antaranya berkaitan dengan sistem keamanan.
Pertama adalah peringatan dini jika sopir mengantuk. Peranti ini terdiri atas dua komponen utama yakni sensor dan alarm.
Sensor tersebut berada di dasbor dengan posisi menghadap ke wajah sang sopir.
Cara kerjanya, sensor ini terus “mengawasi” mata sopir selama bus beroperasi. Jika sensor ini mendapati mata sopir terpejam beberapa saat, seketika itu pula alarm berbunyi. Alarm ini diikuti suara peringatan (berbahasa Indonesia) agar sopir segera beristirahat.
Pada acara peluncuran BTS koridor 3 dan 4 di Pendapi Gede kompleks Balai Kota Solo, Sabtu (4/7) salah satu petugas pengemudi bus, Efendi mendemonstrasikan sensor ini kepada Koran Solo. “Jadi kalau posisi kita ngantuk, ada sensornya [alarmnya],” ujarnya sambil memejamkan mata. Dan seketika itu juga alarm dan peringatan pun langsung berbunyi.
Fasilitas baru kedua adalah closed circuit television (CCTV). Pada bus tersebut kini dipasang enam kamera di dalam dan di luar bus. Kamera ini terhubung dengan layar/displai yang berada di dasbor sopir. Dengan fasilitas ini, sopir dapat memantau situasi di dalam dan luar bus dengan mudah, misalnya untuk melihat kendaraan lain di belakangnya.
Fasilitas lainnya adalah pengeras suara untuk menyampaikan informasi dari awak bus kepada penumpang.