171 Karyawan Terpapar Corona

Imam Yuda S.

SEMARANG—Kasus penularan Covid-19 di Kota Semarang mengalami tren meningkat dari hari ke hari. Bahkan, muncul klaster-klaster baru yang menyumbang banyak kasus positif Covid. Sedikitnya 171 karyawan di tiga perusahaan terpapar corona.
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 4
Setelah klaster Pasar Kobong dan klaster pernikahan, kini muncul klaster baru penularan Covid-19, yakni klaster perusahaan atau pabrik. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Abdul Hakam, menyebutkan selama satu pekan terakhir ditemukan adanya kasus penularan di beberapa perusahaan.
Tak tanggung-tanggung, ada ratusan karyawan yang dinyatakan positif Covid-19 di tiga perusahaan. “Klaster ini penularannya lebih besar daripada klaster Pasar Kobong. Ada di beberapa perusahaan. Ada tiga, di perusahaan A hampir 47 [karyawan yang dinyatakan positif Covid-19], perusahaan B ada 24 [orang], dan perusahaan C hampir 100-an [orang],” tutur Hakam saat dijumpai wartawan di kantornya, Minggu (5/7).
Hakam berharap dengan adanya penemuan klaster penularan Covid-19 di dunia industri itu menjadi perhatian bagi perusahaan-perusahaan untuk terus menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kerja.
Hakam menilai masih banyak perusahaan di Semarang yang tidak menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Alhasil, penularan Covid-19 rentan terjadi. “Kemarin kami lakukan tracing, ternyata PHBS [perilaku hidup bersih dan sehat] tidak memadai. Paling besar terjadi [penularan] saat isoma [istirahat, salat, makan]. Makan bareng SOP [standard operational procedure] enggak sesuai protokol,” tutur Hakam.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, membenarkan ada kasus penularan di dunia industri atau klaster perusahaan. Kasus itu terungkap setelah pihaknya melakukan tes massal di beberapa perusahaan.
“Ada salah satu industri yang beberapa karyawan positif. Kita kejar [tracing] di anak perusahaan, keluarga, hingga terus terjadi penambahan pasien yang positif [Covid-19]. Intinya, kita kejar terus agar tidak ada penularan,” ujar wali kota yang akrab disapa Hendi itu.
Sementara itu, hingga Minggu (5/7), total kasus positif Covid-19 di Kota Semarang telah mencapai 1.852 orang. Perinciannya, 706 orang masih dirawat, 952 orang dinyatakan sembuh, dan 194 orang meninggal dunia.
Sementara itu, Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Klaten mengumumkan dua pasien positif Covid-19 sembuh, Minggu (5/7). Namun, ada penambahan dua pasien positif baru yang merupakan ibu dan anak.
2 Positif
Sebanyak dua pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh masing-masing berinsial HHM, seorang perempuan berumur 20 tahun asal Kecamatan Karanganom serta BA, seorang laki-laki berumur 33 tahun asal Kecamatan Kebonarum.
HHM dirawat di RSD Bagas Waras sejak 16 Mei lalu. Sementara BA dirawat di RSJD Dr. RM Soedjarwadi sejak Kamis (18/6) lalu. BA diketahui merupakan anak buah kapal (ABK).
“Mereka sudah diperbolehkan pulang tetapi tetap isolasi mandiri di rumah selama 14 hari mendatang untuk pemulihan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, saat dikonfirmasi Koran Solo, Minggu.
Terkait pasien berinisial HHM, Cahyono membenarkan merupakan anak dari pria berinisial MA, 51, asal Kecamatan Karanganom yang sempat menjalani perawatan di RSU Islam Klaten sebagai pasien positif pada 20 April. MA dinyatakan sembuh pada 11 Mei. HHM juga kakak dari RFM, 13, yang sempat menjalani perawatan di RSD Bagas Waras Klaten sebagai pasien terkonfirmasi positif pada 23 Mei dan dinyatakan sembuh pada Sabtu (6/6).
“Alhamdulillah sudah tidak ada lagi anggota keluarga tersebut yang dirawat sebagai pasien terkonfirmasi positif,” kata Cahyono.
Selain mengumumkan dua pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh, Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Klaten mengumumkan penambahan dua pasien positif asal Kecamatan Bayat. Mereka merupakan ibu dan anak masing-masing berinsial S, seorang perempuan 35 tahun dan RMR, anak laki-laki berumur 12 tahun. Keduanya dirawat di RSD Bagas Waras Klaten dengan kondisi yang baik dan stabil.
Cahyono menjelaskan S dan RMR terpapar dari orang yang terlebih dahulu terkonfirmasi positif Covid-19. Keduanya merupakan hasil pengembangan penelusuran kontak erat dari tujuh pasien terkonfirmasi positif yang diumumkan pada Kamis (18/6) lalu.
Cahyono menjelaskan, penambahan kasus pasien positif Covid-19 di Bayat merupakan bagian dari klaster Semarang. “Iya dari hasil tracing kami lihat hasilnya mengarah ke sana kemudian kami melakukan swab. Selama menunggu hasil swab itu mereka sudah kami minta isolasi mandiri,” kata Cahyono. (Taufiq Sidik Prakoso)