OPERASI SATPOL PP KARANGANYAR Berkedok Galang Dana, Kantongi Rp1,3 Juta

Candra Mantovani

KARANGANYAR—Satpol PP Karanganyar menciduk seorang pengemis perempuan yang meminta-minta dengan berkedok menggalang sumbangan sosial, di kawasan Alun-alun Karanganyar Sabtu (4/7) malam.
Dari aksinya itu, pengemis tersebut mendapatkan Rp1 juta dalam sehari. Plt. Kepala Satpol PP Karanganyar, Yopi Eko Jatiwibowo, mengatakan anak buahnya menciduk pengemis tersebut, ketika berpatroli di kawasan Alun-alun Karanganyar.
Dari tangan pengemis itu, pihaknya mengamankan satu kantung plastik penuh dengan total senilai Rp1,3 juta. Selain uang, papan tulisan yang digunakan untuk meminta uang berkedok bantuan sosial juga disita petugas.
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 1
“Kami menciduk satu orang PGOT. Kami masih menelusuri asal-usul pengemis tersebut. Dari pengemis tersebut kami mendapati satu kantung kresek penuh uang hasil meminta-minta. Alasan dia kami ciduk karena memang kegiatan yang dia lakukan itu dilarang,” ucap dia kepada Koran Solo, Minggu (5/7).
Yopi menjelaskan pengemis perempuan tersebut tidak membawa kartu identitas sama sekali. Yang bersangkutan seorang difabel tuna rungu sehingga menyulitkan personel Satpol mengorek keterangan. Sehingga, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Karanganyar untuk ditindak lebih lanjut.
“Kami langsung limpahkan ke Dinsos untuk ditindak lebih lanjut. Karena kami harus menyelidiki latar belakangnya juga untuk dikembalikan dan asetnya seperti apa. Apakah dia sebenarnya kaya atau tidak. Tapi dari hitungan yang kami lakukan dari uang yang dibawa sudah jutaan nilainya,” imbuh dia.
Yopi mengimbau masyarakat berhati-hati ketika bersedekah kepada orang atau lembaga tak dikenal yang berada di tempat umum. Dia menyarankan masyarakat lebih bijak dan memilih lembaga terpercaya dan memiliki payung hukum ketika akan menyalurkan donasi.
“Jangan langsung percaya dengan orang-orang yang meminta di jalan berkedok bantuan. Saat ini Dinsos sedang mencari tahu kondisi aslinya bagaimana. Karena dia mengaku orang Yogyakarta,” beber dia.