REMAJA MENINGGAL SAAT BERLATIH SILAT Keluarga Menuntut Diusut Tuntas

SUKOHARJO—Keinginan keluarga melihat Faizal Adi Rangga,15, bersekolah di SMK Muhammadiyah Kartasura pupus. Remaja laki-laki asal Kampung Jamur, Desa Trangsan, Gatak, Sukoharjo itu meninggal dunia saat berlatih silat, Sabtu (4/7) malam.

Indah Septiyaning W.
redaksi@koransolo.co

Versi yang beredar, Faizal meninggal akibat terjatuh ketika berlatih. Namun keluarga melihat ada yang janggal. Sebab, di tubuh Faizal terdapat banyak luka lebam. Mulutnya juga mengeluarkan darah serta satu giginya tanggal. Keluarga meminta polisi mengusut peristiwa tersebut secara tuntas.
Paman korban, Sutejo, 49, menyebut terdapat luka lecet di bagian mulut dan rahang. Gigi korban tanggal dan ditemukan luka lebam di bagian badan. Selain itu terdapat pendarahan pada bagian mulut. ”Tadi saja masih mengeluarkan darah dari mulut sebelum dimakamkan,” ungkapnya kepada Koran Solo, Minggu (5/7).
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 1
Pihak keluarga menilai ada  kejanggalan atas kematian korban yang disebut hanya terjatuh saat latihan silat. ”Kami ingin polisi mengungkap kebenarannya. Dan semalam langsung diautopsi di RSUD dr Moewardi Solo,” katanya.
Keluarga menyebut korban selama ini dikenal sebagai anak baik dan ramah sehingga memiliki banyak teman. Selama Covid-19, korban hobi bersepeda bersama teman-temannya. Bahkan pagi hari sebelum kejadian, korban bersama temannya bersepeda keliling Sukoharjo.  ”Jadi kami kaget dan masih belum percaya dengan kematiannya. Pagi masih sepedaan dan berangkat latihan kondisinya sehat,” tuturnya.
Dia mengatakan, keponakannya itu sudah lama menjadi anggota perguruan silat. Namun selama pandemi Covid-19 latihan dihentikan. Latihan baru dimulai lagi pada Sabtu malam tersebut. Saking antusiasnya mengikuti latihan silat, korban meminta dibuatkan jus daun pepaya oleh bibinya. Jus daun pepaya ini biasa diminum sebelum latihan silat.
Sutejo mengatakan dari keterangan petugas puskesmas, Faizal sudah meninggal dunia saat tiba di puskesmas. Diungkapkan dia, korban diterima di SMK Muhammadiyah Kartasura. Korban bahkan sudah mengambil seragam yang siap digunakan saat masuk sekolah nanti. ”Tapi Allah berkehendak lain. Kami hanya berharap polisi mengusut kematiannya. Karena tidak mungkin hanya terjatuh saat latihan,” katanya.
Latihan Pertama
Lurah Desa Trangsan, Mujiman mengatakan kasus kematian warganya saat latihan silat kini ditangani Polres Sukoharjo. Pihaknya tidak mengetahui secara pasti penyebab kematian korban.  ”Kalau kronologisnya saya belum tahu, tapi itu latihan silat terus meninggal karena apa juga belum tahu,” papar Mujiman di rumah duka.
Informasi yang dikumpulkan Koran Solo menyebutkan, Faizal mengikuti latihan silat untuk kali pertama sejak Covid-19 di lapangan SD Negeri 1 Trangsan, Gatak sekitar pukul 20.00 WIB. Latihan perguruan silat itu diikuti sekitar 20 orang.
Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Nanung Nugroho, mengatakan masih mendalami kasus dugaan kematian anggota perguruan silat tersebut. ”Kami masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan kematian korban,” katanya.
Nanung mengakui ditemukan sejumlah luka di beberapa bagian tubuh korban. Namun pihaknya belum bisa memastikan penyebab luka tersebut.
Sementara itu, prosesi pemakaman Faizal, Minggu pukul 14.30 WIB, berlangsung haru. Orang tua Faizal masih syok atas meninggalnya putra pertama mereka tersebut.