Gali Makam, Warga Temukan Arca

BOYOLALI—Sebuah arca ditemukan warga di Dusun Dukuh, Desa Dukuh, Banyudono, Boyolali, Selasa (7/7) lalu. Arca yang terpendam tanah permakaman tersebut ditemukan saat warga menggali kuburan.
Saat Koran Solo mendatangi kampung tersebut, arca masih disimpan di salah satu rumah warga di RT 24/RW 02, desa setempat. Bentuk arca seperti sebuah potongan patung manusia, bagian kaki. Tinggi arca sekitar setengah meter.
Ketua RT setempat, Tujino, mengatakan arca ditemukan Selasa pagi saat warga berencana menguburkan warga yang meninggal.
”Saat itu saya datang lebih dulu dengan salah satu warga ke makam. Kemudian dia tanya mau dimakmkan dimana? Setelah saya tunjukkan tempatnya, kemudian digali. Tapi baru 50 sentimeter, ada batu [bagian dasar patung],” kata dia kepada wartawan, Kamis (9/7).
Setelah terus digali, ternyata batu yang sempat dikira batu biasa itu ternyata berbentuk arca. ”Posisi patungnya saat itu tergali, jadi dasar kakinya yang ada di atas, diapit batu-batu lain,” kata dia.
Warga tidak menemukan potongan lain dari arca tersebut. Setelah penemuan itu awalnya warga juga tidak terlalu menghiraukan. Namun atas saran dari tokoh masyarakat setempat, arca kemudian dibawa ke rumah warga untuk diamankan.
”Setelah dibawa pulang, kemarin dari pemerintah desa dan kecamatan datang untuk meninjau. Dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolai juga datang,” lanjut dia.
Selanjutnya warga pun berencana untuk menyerahkan arca kepada pihak berwenang. ”Dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kemarin juga menyerahkan mau dirawat atau diserahkan ke dinas. Tapi kalau kami yang merawat, kalau hilang kan jadi tanggungan kami,” tuturnya.
Kabid Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Budi Prasetyaningsih, mengatakan terkait penemuan arca tersebut pihaknya telah meninjau langsung.
Pihaknya mempersilakan kepada desa setempat jika ingin merawat arca. Namun jika akan diserahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, nantinya arca akan ditempatkan di museum. Sedangkan terkait informasi lebih lanjut mengenai arca tersebut pihaknya belum bisa menyampaikan lebih lanjut.
”Untuk mengetahui informasi arca tersebut butuh kajian. Namun yang terpinting saat ini sudah diamankan warga,” kata dia kepada wartawan di kantornya, Kamis.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali, sebelumnya di Desa Dukuh juga pernah ditemukan beberapa barang cagar budaya bergerak. Di antaranya berupa yoni, balok batu, batu bulan dan batu ojief. (Bayu Jatmiko Adi)