MI AYAM INSTAN WONOGIREN Sebulan Dibuka Pengecer Sudah Lebih 200 Orang

M. Aris Munandar

WONOGIRI—Mi ayam instan Wonogiren berhasil membuka pasar meski baru satu bulan diluncurkan. Jumlah pengecer mi ayam instan tersebut kini sudah lebih dari 200 orang.
Para pengecer tersebut di Jawa, Makassar, Lombok, Bali, Kalimantan Selatan, dan beberapa daerah lainnya. Salah seorang pemrakarsa pembuatan mi ayam instan Wonogiren, Andhi Prasetyo, mengatakan jumlah pengecer akan bertambah lebih banyak.
Hingga Jumat (10/7) banyak orang yang berkomunikasi dengan dirinya karena berminat menjadi pengecer. Ia meyakini satu bulan ke depan ada lebih dari 500 orang pengecer mi ayam instan Wonogiren.
Ia dan tiga kawannya yang memprakarsasi produksi mi ayam instan Wonogiren sering kewalahan melayani pemesanan.
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 4
Mereka berempat sering berebut barang untuk melayani pemesanan konsumen.
”Kami sedang memesan mesin pembuat mi. Saat ini baru tersedia satu unit mesin dan hanya bisa memproduksi 500 pak dalam sehari,” kata Andhi ketika ditemui Koran Solo, Kamis (9/7).
Mereka berempat juga sepakat akan menambah karyawan untuk memperbesar kapasitas produksi. Peningkatan kapasitas produksi menjadi satu-satunya jalan untuk memenuhi permintaan konsumen yang semakin meningkat.
Mi ayam instan Wonogiren akan berperan memajukan dan mengangkat usaha kecil dan menengah di Kabupaten Wonogiri. Ia dan tiga rekannya akan membuat jaringan usaha kecil dan menengah yang tidak hanya memproduksi mi.
Kalau jaringan sudah terbentuk, semua produk usaha kecil dan menengah bisa disalurkan atau dipromosikan lewat jaringan tersebut. Tri Kuncoro yang juga salah seorang pemrakarsa produksi mi ayam instan Wonogiren mengatakan selain akan berperan memajukan UKM, produk tersebut juga untuk mengangkat citra kuliner Kabupaten Wonogiri. Merek Wonogiren selaras dengan tujuan itu.
”Kami mencoba mengangkat citra Kabupaten Wonogiri ini melalui produk mi ayam instan,” kata Tri.
Mi ayam instan tersebut diminati tenaga kerja Indonesia (di luar negeri, seperti Hong Kong dan Singapura. Mereka memesan mi ayam instan dengan cara titip kepada saudara atau rekan yang berangkat ke Hong Kong atau Singapura. Mereka berempat akan mengurus perizinan agar bisa mengirim mi ayam instan Wonogiren langsung ke luar negeri. Saat ini masih fokus pemasaran di dalam negeri.