RI BERENCANA BUKA AKSES MASUK TURIS MANCANEGARA Siap-siap Travel Bubble dengan Empat Negara

JAKARTA—Pemerintah berencana membuka travel bubble alias akses masuk untuk turis dari beberapa negara terbatas yang sudah menjalin kesepakatan.
Rencana ini dilakukan untuk memudahkan perjalanan para wisatawan untuk keluar masuk Indonesia. Namun, hingga kini wacana travel bubble masih belum menemukan kesepakatan. Pemerintah mengatakan masih melakukan negosiasi dengan beberapa negara yang ditawarkan travel bubble.
Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo R.M.Manuhutu, mengatakan targetnya bulan ini sudah ada kesepakatan soal travel bubble.
”Travel bubble adalah di mana ketika wisatawan dari satu lokasi ke lokasi lain bisa dijamin keamanan keselamatannya. Rencana Juli ini disepakati,” kata Odo, dalam teleconference bersama wartawan, Jumat (10/7).
Travel bubble baru bisa dilakukan apabila tingkat infeksi virus corona di Indonesia telah berkurang. Odo menyebut pihaknya juga akan meminta saran kepada Gugus Tugas COVID-19 soal pembukaan akses ini.
”Travel buble ini yang jelas bisa dilakukan kalau tingkat infeksi Covid-19 turun. Kedua kami akan ikuti arahan dan masukan dari Gugus Tugas,” jelas Odo.
Sebelumnya, Odo mengatakan pemerintah akan membuka akses masuk untuk wisatawan asing asal empat negara, yaitu Tiongkok, Korea Selatan (Korsel), Jepang, dan Australia.
”Saat ini kami sedang merancang travel bubble untuk empat negara, Tiongkok, Korsel, Jepang, dan Australia. Ini dibahas di rapat terbatas kami buka keempat negara kemudian negara lain, tentunya dengan perhatian protokol kesehatan,” jelas Odo.
Belakangan, bukan hanya empat negara yang akan menerapkan travel bubble. Malaysia disebut juga ikut berminat menerapkan travel bubble dengan Indonesia.
Malaysia merupakan salah satu negara penyumbang wisatawan terbesar bagi Indonesia. Sebagai negara tetangga terdekat, sebanyak 2,09 juta wisatawan Malaysia melancong ke Indonesia
Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama travel bubble mungkin dilakukan jika suatu daerah tersebut mengalami penurunan jumlah kasus positif dan penanganan yang baik selama wabah Covid-19.
Travel Bubble adalah green zone, yakni zona antar negara yang diyakini telah mengendalikan persebaran Covid-19. Australia dan Selandia Baru menjadi dua negara yang sedang merencanakan hal ini. September nanti kedua negara itu akan mengimplementasikannya, jadi warga kedua negara itu bisa bebas melancong namun tetap mendapat perlindungan dari virus corona. ”Bali jadi salah satu provinsi yang sangat baik penanganannya. Bali bisa menjadi potensi,” ungkapnya.
Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hari Santosa Sungkari, berharap dapat membuat travel bubble dengan negara-negara seperti Malaysia dan Singapura dalam waktu dekat sehingga wisatawan asing bisa datang ke Danau Toba. (JIBI/Detik)