Memilih Olahraga Bela Diri untuk Anak

redaksi.minggu@koransolo.co

Olahraga bela diri memang penting diajarkan kepada anak. Selain agar tubuh anak sehat, bela diri juga bisa menjadi jalan meraih prestasi atau untuk menjaga diri.
Namun para orang tua hendaknya benar-benar memahami jenis dan risiko bela diri yang dipelajari anak-anaknya. Jangan sampai latihan bela diri justru membawa musibah seperti cedera bahkan mengancam jiwa.
Namun usia berapa yang aman untuk anak berlatih bela diri? Sebenarnya tidak ada aturan baku mengenai mulai usia berapa anak dapat mengikuti olahraga bela diri. Namun demikian, kebanyakan ahli berpendapat bahwa olahraga bela diri mulai bisa diikuti si kecil sejak usia 6 tahun.
“Usia enam tahun menjadi usia tepat untuk memulai kelas seni bela diri,” ungkap Mimi Johnson, M.D., dari American Academy of Pediatrics’ Committee on Sports Medicine and Fitness seperti dilansir Liputan6.com.
Selain faktor usia, hal penting lain yang perlu dipertimbangkan sebelum anak mengikuti olahraga bela diri adalah pemilihan jenis olahraga bela diri dan aspek keamanannya.
Jenis olahraga bela diri untuk anak sebaiknya memiliki nilai-nilai positif atau filosofis, serta tidak menekankan pada duel.Pilihlah yang sesuai dengan kondisi anak agar saat menjalaninya ia pun tak merasa terpaksa.
Berikut ini adalah beberapa jenis olahraga bela diri yang dapat Anda perkenalkan kepada si Kecil seperti dilansir klikdokter.com, Senin (6/7).

1. Taekwondo
Olahraga bela diri asal Korea ini populer di Indonesia sejak lama. Olahraga ini menekankan pada teknik gerakan tangan dan kaki yang dapat digunakan untuk melindungi diri dari bahaya.
Selain manfaat tersebut, beberapa studi melaporkan manfaat lain dari taekwondo seperti meningkatkan daya konsentrasi anak dan menumbuhkan rasa percaya diri.

2.Pencak silat
Seni bela diri asli Indonesia ini bisa menjadi salah satu alternatif yang baik bagi si Kecil. Pencak silat tak hanya melatih aspek fisik tetapi juga mental. Dari sisi fisik, kekuatan otot lengan dan tungkai dilatih dengan optimal.
Dari aspek mental, latihan pernapasan dan sisi filosofis dari pencak silat membantu si Kecil lebih tenang dalam menghadapi tekanan.

3.Aikido
Olahraga bela diri asal Jepang ini menekankan pada perlindungan diri tanpa melakukan tindakan agresif pada orang lain. Fokus aikido adalah untuk mempelajari gerakan untuk ”mengunci” lawan, bukan untuk melakukan perlawanan.
Tak seperti olahraga bela diri lainnya, aikido bukanlah seni bela diri yang dipertandingkan dan hampir tidak ada duel yang dilakukan.

4.Karate
Karate merupakan jenis bela diri lain dari Jepang. Dari asal katanya, karate berarti tangan kosong. Artinya, bela diri ini menekankan pada melatih gerakan untuk melindungi diri tanpa menggunakan senjata. Setiap gerakan dalam yang diajarkan dalam karate memiliki nilai moral yang baik untuk diajarkan pada anak. (Jeda.id/Anik Sulistyawati)