PENUTUPAN PASAR HARJODAKSINO Puluhan Pedagang Berjualan di Pinggir Jalan

Indah Septiyaning W.

SUKOHARJO—Instruksi Pemkot Solo agar pedagang Harjodaksino tidak berjualan dulu karena ada bakul yang meninggal setelah terinfeksi corona tidak dipatuhi seluruh pedagang. Puluhan pedagang nekat menggelar dagangan di sepanjang Jl. Ir. Soekarno, Grogol, Sukoharjo, Selasa (14/7), setelah pasar tempat mereka beraktivitas ditutup Pemkot. Mereka mendadak menjadi pedagang oprokan.
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 1
Namun tindakan mereka dibubarkan aparat Satpol PP Sukoharjo. Petugas meminta pedagang mengemasi dagangan dan pulang.
Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo, mengatakan para pedagang mulai berjualan di sekitar Bundaran Tanjunganom sejak pukul 05.00 WIB. ”Pagi hari begitu kami terima laporan langsung ke lokasi. Lokasi itu dilarang untuk jualan Kondisinya jadi seperti pasar tiban. Banyak pembeli yang datang dengan memarkirkan kendaraan di sembarang tempat jadi sempat membuat arus lalu lintas tersendat,” kata Heru kepada Koran Solo, Selasa.
Guna mengantisipasi pedagang kembali menggelar dagangan di sepanjang Jl. Ir Soekarno, Heru mengatakan akan menerjunkan petugas untuk patroli di kawasan tersebut. Operasi akan dilakukan pada pagi hari sebelum pedagang membuka lapaknya
Beberapa pedagang mengeluhkan penertiban olehpetugas. Mereka nekat menggelar dagangan di sepanjang Jl. Ir, Soekarno karena tak punya penghasilan. Penutupan pasar selama sepekan membuat pedagang kelimpungan.
”Saya tidak punya penghasilan lagi kalau tidak jualan. Apalagi seminggu diminta tidak jualan,” keluh salah satu pedagang sayuran, Sutiyem, 55.
Menurut dia, penutupan pasar selama sepekan sangat memberatkan. Dia tak tahu lagi harus bagaimana jika tidak berjualan. ”Makanya hari ini saya dan teman-teman pedagang lainnya jualan di di sini,” katanya.
”Kami nekat jualan di sini karena saya juga warga Sukoharjo. Tapi ternyata baru jualan sudah dioprak-oprak Satpol PP,” keluh pedagang lainnya, Parjinah, 51.
Ia berharap ada solusi bagi para pedagang terkait penutupan pasar. Minimal bagi pedagang yang bukan menjadi kontak erat dengan pasien positif Covid-19 diperbolehkan berjualan di lokasi lain. ”Jadi jangan semua pedagang diminta tutup. Mestinya yang kontak erat saja,” katanya.
Sebagaimana diketahui salah satu pedagang Pasar Harjodaksino Solo meninggal dunia setelah terkonfirmasi positif Covid-19. Guna memutus rantai penyebaran virus Corona, Pemkot Solo menutup Pasar Harjodaksino mulai 14-20 Juli mendatang.