Pandemi Percepat Ekonomi Digital

JAKARTA—Pandemi virus corona tahun ini dianggap sebagai pendorong transformasi digital terefektif sepanjang sejarah perkembangan ekonomi digital nasional.

M.Richard
redaksi@koransolo.co.

Staf khusus Menteri BUMN, yang juga menjabat sebagai Guru Besar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Mohamad Ikhsan, mengatakan munculnya pandemi pada tahun ini harus dipandang sebagai hal positif.
”Justru kalau terjadi pada 10 tahun lalu, ekonomi kita akan lumpuh parah. Namun, karena pandemi muncul tahun ini banyak percepatan transformasi digital yang muncul dan mampu memberi kesempatan baru dalam pengembangan ekonomi nasional ke depan,” katanya dalam acara Bincang LinkAja bertajuk Akselerasi Pembayaran Digital dalam Ekonomi Adaptasi Kebiasaan Baru di Jakarta, Rabu (15/7).
Walau tampak terpaksa, segala upaya penguatan infrastruktur digital sekaligus sosialisasi dinilai bisa dilakukan secara cepat dan komprehensif hanya dalam hitungan bulan. Hal ini pun berdampak baik pada pelaku teknologi finansial dan perbankan yang mendapat fee dari setiap transaksi. Dia melanjutkan meski respons transformasi terbaik tetap terjadi pada kelas masyarakat menengah atas, tetapi masyarakat kelas bawah tetap terimplementasi secara baik.
”Sosialisasi merupakan masalah yang sulit. Namun, masyarakat akan perlahan melakukan perubahan perilaku agar pendapatan tidak lagi bergantung pada kegiatan ekonomi yang membutuhkan kontak fisik tinggi, dan berbahaya bagi kesehatan,” ujarnya.
Chief Marketing Officer PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja Edward Kilian Suwignyo menyebutkan selama tahun pertama operasionalnya perseroan pun fokus pada penyiapan ekosistem dan peningkatan penggunaan transaksi digital masyarakat.
Dia memaparkan transaksi QR sedikit turun pada masa awal pandemi lantaran pembatasan kegiatan di luar rumah. Namun, transaksi mulai kembali membaik pada Juni dan Juli 2020.
”Sementara itu, pada transaksi pembayaran listrik, air, dan e-commerce, sudah mulai naik signifikan sejak awal pandemi, karena banyak masyarakat yang mulai sadar kemudahan pembayaran itu sudah ada sejak lama di telepon genggamnya,” ucapnya. (JIBI/Bisnis.com)