Meneropong Nasib RI jika Resesi

JAKARTA—Perekonomian global terus merosot akibat pandemi Covid-19. Bahkan negara tetangga, Singapura, sudah jatuh ke jurang resesi yang mengakibatkan ancaman resesi semakin nyata.

redaksi@koransolo.co

Resesi yang bisa memberikan dampak besar bagi masyarakat harus diantisipasi. Pasalnya, dampak itu bisa berupa pe­nurunan pendapatan masyarakat, dan angka kemiskinan dan ketimpangan yang semakin tinggi.
”Ketika resesi terjadi pasti yang ter­­dampak adalah masyarakat kelas bawah atau miskin itu langsung tidak punya pendapatan. Kalau masyarakat kelas atas itu masih ada bidang usaha yang masih bisa dikerjakan. Tapi ma­syarakat kelas bawah itu akan sulit mendapatkan pekerjaan baru. Dan implikasinya adalah ketimpangan se­makin tinggi,” kata Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad kepada detikcom, Sabtu (18/7).
Kondisi itu pun bisa menimbulkan gejolak sosial yang dapat mengancam keselamatan rakyat Indonesia sendiri. ”Jadi secara psikologis masyarakat terlihat jelas mulai banyak yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. Dan banyak terjadi gejolak sosial, misalnya timbulnya angka kriminalitas yang tinggi. Ini yang harus diwaspadai,” je­las Tauhid.
Harus Diwaspadai
Dihubungi secara terpisah, Kepala Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri, mengatakan ada catatan tersendiri dengan ancaman resesi ekonomi ini. Secara tegas, ia tak mau memperdebatkan potensi resesi atau tidak, namun menurutnya kondisi per­­ekonomian saat ini sudah harus diwaspadai.
”Bahkan ketika pertumbuhan ekonomi kita di kuartal I-2020 masih bagus 2,97%, angka kemiskinan meningkat. Bagaimana bisa kalau pertumbuhan ekonomi turun di kuartal II-2020 dan dioprediksi terkontraksi 5%? Berapa banyak orang yang menjadi miskin? Berapa banyak orang yang kehilangan pekerjaan?” kata Yose kepada detikcom.
Ia mengatakan, saat ini pun dunia usaha yang menjadi penopang lapangan pekerjaan masyarakat mulai kehilangan napasnya.
”Dunia usaha sudah kehi­langan napas. Mereka sudah tidak pu­nya modal kerja, orang-orang berhati-ha­ti membelanjakan uangnya, orang su­dah banyak kehilangan pekerjaan,” ungkap Yose.
Oleh sebab itu, ia menyarankan pe­me­rintah fokus dalam memberikan stimulus yang dapat mendongkrak perekonomian, dan juga mengatasi penyebaran wabah Covid-19 itu sendiri. (Detik)