Gaji Ke-13 PNS untuk Dorong Kinerja

JAKARTA—Gaji ke-13 untuk PNS cair Agustus nanti. Gaji ke-13 mulai rutin diberikan pada akhir era Presiden Megawati Soekarnoputri, tepatnya diberikan pada Juni 2004.

redaksi@koransolo.co

Kebijakan ini terus dilanjutkan oleh presiden setelah Megawati. Bahkan kini Presiden Joko Widodo pun masih memberikan gaji ke-13. Lalu kenapa PNS, TNI/Polri mendapatkan gaji ke-13?
Dilihat dari catatan pemberitaan detikcom, pada 2004 silam, Dirjen Anggaran Departemen Keuangan (Depkeu) yang dijabat saat itu oleh Achmad Rochjadi mengatakan alasan gaji 13 saat itu diberikan adalah sebagai kompensasi karena tidak adanya kenaikan gaji bagi para PNS.
”Untuk kenaikan gaji agak ke­sulitan, karena kalau gaji pokok­nya yang kami naikkan, bisa berakibat pada pensiun dan tunjangan hari tua. Itu harus diperhitungkan dan agak complicated. Jadi kami ambil gaji ke-13 dulu,” ujar Achmad di Ge­dung Depkeu, Jakarta Pusat.
Sementara itu, bila dikutip dari aturan terbarunya, pada Per­aturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2019 alasan pemerintah memberikan gaji ke-13 adalah untuk menjaga kesejahteraan PNS hingga pejabat negara.
Aturan itu sendiri mengatur tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Pemberian Gaji, Pensiun, atau Tunjangan Ketiga Belas Kepada Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Na­sional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik In­donesia, Pejabat Negara dan Pe­nerima Pensiun atau Tunjangan.
”Dalam rangka usaha peme­rintah untuk menjaga tingkat kesejahteraan PNS, Prajurit TNI, Anggota Polri, Pejabat Negara, dan Penerima pensiun atau tun­­jangan, perlu memberikan tam­­bahan penghasilan berupa ga­ji, pensiun, atau tunjangan ke­tiga belas,” dikutip dari PP 35 Tahun 2019.
Kemudian, pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah menilai gaji ke-13 PNS diberikan untuk mendorong kinerja PNS. Secara ekonomis, gaji ke-13 juga diberikan untuk menyejahterakan para PNS sehingga bisa menjaga daya beli masyarakat tidak turun.
”Mendorong kedisiplinan, pro­­fesionalitas, dan menaikkan kinerjanya PNS. Karena gajinya kan memang dulu enggak sebe­sar kayak di swasta. Pemerintah ju­ga mau naikkan kesejahteraan mereka, jaga daya beli mereka juga,” ujar Trubus kepada detikcom.
Selama ini gaji ke-13 juga identik dengan bantuan pemerintah bagi PNS untuk membayar biaya pen­didikan anaknya. Pasalnya gaji ke-13 sering diberikan di pertengahan tahun, yang no­ta­benenya merupakan tahun ajaran baru pendidikan.
Namun, menurut Trubus, itu hanya kebetulan saja. Gaji ke-13 tidak ada hubungannya dengan dana pendidikan bagi anak para PNS.
”Enggak lah itu nggak ada hu­bungannya. Memang bulannya saja, kan berhubungan dengan bulan anggaran saja. Bukan ka­rena anaknya PNS anaknya mau sekolah mau kuliah, kebetulan aja,” kata Trubus. (Detik)