Tips Aman Berinternet untuk Anak

redaksi.minggu@koransolo.co

Di masa pandemi seperti sekarang ini, anak-anak mau tidak mau harus belajar secara online. Itu artinya anak punya banyak kesempatan dan waktu untuk menjelajahi dunia maya. Masalahnya ada bahaya mengintai jika anak-anak tanpa pengawasan orang tua, salah satunya adalah phising.
Phishing atau upaya seseorang mencoba mencuri informasi pribadi dengan berpura-pura menjadi orang yang Anda percayai melalui surat elektronik dan lainnya. Hal ini bisa dicegah dan diajarkan cara pencegahannya pada anak.
“Bulan April, kami menemukan sekitar 18 juta malware, ada upaya terkait phishing, ada beberapa juta spam Covid-19 lainnya. Dari sini kami lihat butuh edukasi terkait tangkas berinternet untuk keluarga. Untuk membantu keluarga Indonesia mempraktikkan keamanan berinternet dan membangun kebiasaan berdigital yang baik,” ujar Head of Public Affairs, Asia Tenggara, Google Asia Tenggara, Ryan Rahardjo, dalam konferensi pers via daring seperti dikutip dari Antara, Selasa (21/7).
Aldrich Christopher dari Trust & Safety, Google Asia Pasific dalam Webinar Tangkas Berinternet, belum lama ini, mengatakan bahwa salah satu cara yang bisa dilakukan dengan memeriksa kredibilitas situs.
Sebelum mengklik tautan, link, atau memasukkan sandi di situs, periksa apakah URL di situsnya sama dengan nama dan informasi perusahaan atau produk yang dicari.
Kedua, ajarkan anak menggunakan situs yang aman, salah satunya memastikan URL situs dimulai dengan “https://” dengan ikon gembok.
Ketiga, ajarkan anak jangan mudah tertipu scam. Jika ada email atau situs yang menawarkan sesuatu yang sepertinya tidak masuk akal misalnya peluang untuk menghasilkan banyak uang.
Keempat, ingatkan anak situs atau iklan tidak dapat mengetahui apakah ada masalah pada perangkatnya. Scam dapat mencoba menipu untuk mengunggah malware atau software yang tidak diinginkan dengan memberi tahu Anda ada masalah di perangkat.
Kelima, semua orang bisa tertipu scam di Internet. Ingatkan anak untuk segera memberi tahu Anda, guru atau orang dewasa lainnya yang dia percayai dan segera ubah sandi akun.
Khusus untuk pembuatan sandi yang kuat, sebaiknya ajari anak tidak menggunakan informasi pribadi. Ajari mereka membuat kata sandi minimal delapan karakter dengan kombinasi angka, simbol, huruf besar dan kecil atau frasa sandi lalu mengambil inisial dan harus mudah diingat. (Jeda.id/Astrid Prihatini WD)