Datang dari Surabaya, Warga Ponorogo Positif Covid-19

PONOROGO—Tiga warga Kabupaten Ponorogo yang datang dari Surabaya terkonfirmasi positif Covid-19, Minggu (26/7). Kasus baru ini menambah daftar panjang pasien positif Covid-19. Data per Minggu, kasus konfirmasi positif di Kabupaten Ponorogo mencapai 185 orang.
Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan ada tambahan tiga kasus baru pada Minggu ini. Tiga pasien baru ini masuk dalam imported case, karena ketiganya memiliki riwayat perjalanan dari Surabaya.
Ipong menjelaskan untuk kasus pertama dari tiga kasus itu adalah seorang perempuan berusia 41 tahun, warga Tumpuk, Kecamatan Sawo. Pasien ini bekerja di Surabaya dan saat dilakukan rapid test hasilnya reaktif. Kemudian pasien ini pulang ke Ponorogo dan dilakukan tes swab dengan hasil terkonfirmasi positif. Hasil tracing yang dilakukan terhadap pasien ini ditemukan lima orang kontak erat. Kelimanya akan segera menjalani testing.
“Kasus kedua dari tiga kasus hari ini adalah seorang perempuan berusia 25 tahun asal Pulung. Pasien ini datang dari Surabaya sepekan lalu dan melakukan rapid test dengan hasil reaktif. Setelah dilakukan pemeriksaan pemeriksaan PCR ternyata hasilnya positif,” jelas dia.
Kasus terakhir untuk hari ini adalah seorang pria berusia 55 tahun asal Kecamatan Siman. Pria ini juga memiliki riwayat pekerjaan di Surabaya. Pekan lalu, pria ini sakit dan memeriksakan diri ke dokter. Karena terdapat gejala yang mengarah pada Covid-19, pasien ini kemudian dirujuk ke rumah sakit dan dilakukan tes swab. Hasilnya pasien ini terkonfirmasi positif Covid-19.
Bupati menuturkan pada hari Minggu ini juga ada delapan pasien yang dinyatakan sembuh. Empat pasien yang sembuh yakni pasien nomor 41, 55, 79, dan 124. Keempat pasien ini merupakan bagian dari kelompok kasus Ronowijayan. “Untuk empat pasien sembuh yang lain yaitu pasien nomor 125 dari Ngebel, nomor 127 dari Balong, nomor 132 dari Slahung, dan nomor 133 dari Sambit,” terangnya.
Akumulasi kasus di Ponorogo mencapai 185 orang. Pasien sembuh sebanyak 122 orang, meninggal dunia lima orang, dan pasien isolasi rumah sakit serta selter sebanyak 58 orang. (Abdul Jalil/madiunpos.com/JIBI)