Uji Klinis Vaksin Covid-19 Asal Korsel Libatkan 100 Sukarelawan

JAKARTA—Uji klinis tahap II vaksin Covid-19 dari perusahaan Genexine asal Korea Selatan akan melibatkan 100 sukarelawan di Indonesia pada September atau Oktober. Hal ini diungkapkan peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wien Kusharyoto dalam konferensi pers virtual, Selasa (28/7).
Wien menuturkan pada saat yang sama, juga akan dilakukan uji klinis tahap II di Korea Selatan serta penjajakan kerja sama untuk uji klinis tahap II di Turki. Wien mengatakan Genexine mengembangkan vaksin berbasis DNA. Sementara vaksin Merah Putih yang dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman berbasis protein rekombinan.
Sedangkan Bio Farma dan Sinovach asal Tiongkok bekerja sama dalam uji klinis tahap III untuk vaksin Covid-19 berbasis virus yang dimatikan atau diinaktifkan. Wien menuturkan ada rencana dari Kalbe untuk melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk uji klinis di Indonesia. Namun, kerja sama dengan LIPI belum rampung karena masih menunggu pembahasan terkait komitmen pendanaan.
Uji klinis fase II dimaksudkan untuk memantau keamanan vaksin, potensi munculnya efek simpang, respons imun, menentukan dosis optimal dan jadwal pemberian vaksinasi. Setelah lolos uji klinis tahap II, maka akan dilanjutkan pada tahap berikutnya yakni uji klinis tahap II dengan jumlah relawan yang lebih besar lagi untuk terlibat dalam vaksinasi menggunakan kandidat vaksin itu.
Terpisah, Manajer Lapangan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Dr. Eddy Fadlyana mengatakan komite etik telah menyetujui pelaksanaan uji klinis tahap tiga vaksin Covid-19 produksi Sinovac, Tiongkok, di Kota Bandung, Jawa Barat. Dengan adanya persetujuan dari Komite Etik tersebut maka tim akan langsung bergerak melakukan sosialisasi dan pendaftaran calon sukarelawan untuk uji coba tahap tiga vaksin tersebut.
”Sosialisasi dengan leaflet dan puskesmas yang menjadi tempat uji klinis vaksin ini. Di leaflet itu kami cantumkan nomor WA yang bisa dihubungi jika ada warga yang berminat jadi sukarelawan,” kata dia. Ia mengatakan ke depan pihaknya juga akan melakukan pelatihan-pelatihan terkait uji klinis tahap tiga vaksin tersebut untuk kemudian melaksanakan uji klinisnya. (Antara/JIBI)