Radio Bisa Jadi Sarana PJJ Siswa

BOYOLALI—Selain internet, radio dinilai bisa menjadi alternatif dalam mendukung sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama masa pandemi Covid 19.
Terlebih tidak semua kalangan masyarakat bisa mengakses internet secara optimal.  Ketua Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI), Sinam Mitro Sutarno, mengatakan pemanfaatan radio untuk sarana pembelajaran jarak jauh sangat memungkinkan.
Selain lebih terjangkau dari segi biaya, saluran radio juga bisa menjangkau lokasi-lokasi yang saat ini belum terjangkau internet. ”Kami dari JRKI sedang mengembangkan ini sebagai rintisan awal di Sragi, Pekalongan,” kata dia kepada Koran Solo, Selasa (28/7).
Dia menceritakan gagasan itu muncul ketika ada persoalan di SD Tegalontar, Sragi. Betdasarkan informasi yang didapatkan, dari kegiatan pembelajaran online di sekolah itu ternyata yang bisa merespons hanya separuh dari jumlah siswa yang ada.
Ternyata setelah dilacak, ada beberapa faktor penghambat. Di antaranya karena memang ada siswa yang orang tuanya tidak memiliki HP android, ada yang sinyal internetnya kurang bagus, ada juga yang sinyalnya bagus tapi terkendala dalam mencukupi kebutuhan paket data.
”Pemanfaatan radio komunitas atau radio yang lain saya kira bisa cukup membantu. Apalagi kalau radio komunitas biasanya siarannya sore sampai malam. Pagi sampai siang kosong, bisa dimanfaatkan untuk melengkapi sarana pembelajaran siswa,” kata dia.
Sinam tidak menyebut radio sebagai satu-satunya sarana yang paling sesuai untuk pembelajaran jarak jauh. Tapi radio bisa menjadi pelengkap, untuk menambah tingkat keterjangkauan masyarakat. Istilahnya, radio ini untuk mengisi ruang yang kosong. Kalau tidak bisa mengakses lewat android bisa lewat radio. Sebab radio bisa lebih murah,” tuturnya. (Bayu Jatmiko Adi)