Tak Mati Setelah Diserang, Kambing Dijual

WONOGIRI–Kambing yang diserang hewan misterius dan tidak mati di Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, dijual oleh pemiliknya.
Kondisi tersebut sangat berisiko karena belum diketahui hewan yang berusaha memangsa kambing-kambing tersebut. Jika pemangsanya adalah anjing gila, daging kambing itu berbahaya bagi manusia.
”Kambing yang mati langsung dikubur. Tetapi kambing yang diserang dan masih hidup dijual,” kata Kepala Desa Kepyar, Mei Rina Tri Purwanti, saat dihubungi Koran Solo, Selasa (28/7).
Ia mengatakan sebelum dijual pemilik belum sempat meng­konsultasikan kepada mantri hewan terkait kesehatan hewan piaraannya.
”Kami tidak bisa mencegah warga yang menjual. Laporan yang kami terima sudah lewat beberapa hari setelah kejadian. Laporan terakhir pada Sabtu lalu,” ungkap dia.
Mengenai kambing yang dijual, ia tidak mengetahui secara pasti jumlahnya. Dimungkinkan banyak yang tidak melaporkan kejadian. Ia mengingatkan jika ada serangan kembali diharapkan melapor ke Pemdes.
”Petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah sudah melacak ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Kami masih menunggu kepastian jenis binatang apa yang memangsa kambing,” kata Mei.
Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan dan Peternakan (Dislakpernak) Wonogiri, Sutardi, mengatakan sebelum dijual hendaknya hewan yang menyerang kambing tersebut harus dipastikan kesehatannya terlebih dahulu.
”Saat ini belum jelas jenis hewan apa yang menyerang. Yang dikhawatirkan anjing gila. Itu bisa berbahaya kalau kambing dijual kemudian dikonsumsi. Lebih baik jangan dikonsumsi dulu,” kata dia.
Ia mengatakan, jika ada kambing yang terluka lebih baik diobati dahulu sebelum dijual atau dikonsumsi. Sehingga kambing dalam kondisi bagus.
Diberitakan sebelumnya, sekitar 10 kambing di Desa Kepyar mati diserang hewan misterius. Warga sekitar menduga hewan misterius tersebut yakni anjing hutan.
Tidak semua kambing yang diserang mati, ada sebagian yang masih hidup. Tetapi dibagian paha kambing terdapat luka. Pasalnya, kambing yang masih hidup tersebut dijual oleh pemiliknya. (M. Aris Munandar)