Pematokan Tol Jogja-Solo Pertengahan Agustus

JOGJA—Setelah selesai proses sosialisasi dan penerbitan Izin Penetapan Lokasi (IPL), pembangunan jalan tol Jogja-Solo akan memasuki proses pematokan yang dimulai pada pertengahan Agustus mendatang, dengan target selesai dalam tiga bulan.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Krido Supriyatno, menuturkan pemasangan patok akan dimulai antara 15-20 Agustus mendatang. “Etape pertama ditargetkan selama satu bulan, yakni di kecamatan Kalasan,” ujarnya, Rabu (29/7). Saat ini pihaknya tengah menyiapkan proses surat-menyurat untuk masing-masing Kepala Desa. Sementara terkait administrasi dan kelengkapan pembebasan lahan, masih diproses oleh Satgas A dan B. Adapun IPL saat ini tengah dalam proses dari Satker diserahkan ke Badan Pertanahan Nasional Kanwil (BPN) DIY.
Rute tol kata dia, tidak lurus di atas ring road melainkan sesuai konstruksi seperti dalam gambar definitif dalam IPL. Kampus UPNVY dan Polda DIY pada halamannya akan turut terdampak pembangunan tol sekira sepanjang 150 meter dan lebar delapan meter.
Sebanyak 45%-55% jalan tol akan melayang atau elevated kecuali di Simpang Monjali karena untuk mempertahankan sumbu filosofis. Kendati demikian ring road pada titik itu akan tetap berfungsi dengan perluasan jalur lambat ke selatan dan utara. “Dibuatkan konstruksi yang nyaman untuk transportasi sehingga tidak bersilangan,” ungkapnya.
Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan fungsi ring road tidak akan berubah. Diharapkan dengan tetap berfungsinya ring road, perekonomian masyarakat tetap hidup. Di samping itu, enam pintu keluar tol dari ketiga trase diharapkan berdampak positif pada masyarakat.
“Terkait dampak ekonomi sudah dipikirkan Gubernur masak-masak sejak awal. Saat dulu Gubernur dikatakan tidak kersa bukan karena tidak mau, tapi memikirkan betul supaya pembangunan tol memberi dampak positif pada masyarakat, bukan justru sebaliknya,” kata dia.
Meski ada beberapa contoh daerah yang dilewati jalan tol ekonominya mati, ia berharap dengan adanya jalan tol di DIY, masyarakat luar DIY lebih mudah datang untuk beraktivitas sehingga mendatangkan devisa bagi DIY dan dapat meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masyarakat. (Lugas Subarkah/Harian Jogja/JIBI)