Remote Traktor via Smartphone

Akhmad Ludiyanto

SOLO—Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sukoharjo membuat teknologi pengendali jarak jauh traktor menggunakan ponsel pintar atau smartphone.
Kedua mahasiswa tersebut adalah Kharisma Aji Satriya Tama dan Arib Fadhil Na’im yang merupakan mahasiswa tingkat akhir Program Studi (Prodi) Teknik Elektro. Dalam pembuatan teknologi ini mereka dibimbing dosen Dedi Ary Prasetya.

Dedi mengatakan, pada prinsipnya adalah menempatkan perangkat elektronik pada traktor yang biasa digunakan petani di sawah. Perangkat yang dinamai NodeMCU ini berisi chip sistem komputer yang terintegrasi dengan sistem komunikasi data menggunakan Wifi.
Port output dari NodeMCU terhubung ke beberapa motor DC servo yang digunakan untuk menggerakkan beberapa tuas pada traktor. NodeMCU terhubung melalui Wifi ke smartphone Android yang di dalamnya sudah terpasang aplikasi bikinan sendiri, Traktoroid.
“Kami sudah melakukan perco­baan lapangan dan traktor bisa dikendalikan dengan smartphone,” ujar Dedi kepada Koran Solo, Rabu (29/7).
Rencananya, teknologi ini akan terus dikembangkan dengan penambahan kamera sehingga saat dioperasikan pengguna cukup melihat situasi di sekitar traktor melalui layar smartphone.
Dedi menjelaskan, temuan ini dilatarbelakangi upaya pengembangan teknologi untuk memudahkan pekerjaan petani. Tahap pertama teknologi dibuat pada prototipe traktor.
“Pada tahap pertama perintisan kami membuat dalam bentuk prototipe [traktor mini] yang mekanisme sama seperti traktor sawah. Lalu kami koneksikan dengan aplikasi Traktoroid yang sudah dibuat oleh Kharisma Aji Satriya Tama. Setelah bentuk mini selesai, kami mengaplikasikannya pada traktor secara langsung. Saya meminta Kharisma Aji Satriya Tama untuk mencari mahasiswa yang mau melanjutkan proyek ini. Dan akhirnya bertemulah dengan Arib Fadhil Na’im, teman seangkatannya,” ujar Dedi.
Masing-masing proyek dikerjakan dalam waktu enam bulan (satu semester). Pengerjaan prototipe pada tahun ajaran 2018/2019 dan pengerjaan traktor asli pada tahun ajaran 2019/2020.
Sementara itu, ditambahkan dari siaran pers Bagian Humas UMS, Arib mengaku sedikit kesulitan ketika mengerjakan proyek ini. “Sulitnya itu mencari traktor sawahnya karena di awal tahun lalu kebanyakan dipakai, sulit dipinjam. Kendala kedua yakni mencari lahan yang kosong untuk uji coba apalagi saya bukan asli warga Solo,” tutur Arib.
Pada saat uji coba, traktor sebenarnya bisa dikendalikan hingga jarak 100 meter, tetapi karena keterbatasan lahan akhirnya baru bisa dikendalikan dalam jarak 50 meter.