Waspadai Wisatawan Long Weekend

JOGJA—Liburan akhir pekan yang lebih panjang atau long weekend terkait Iduladha diwaspadai untuk kemungkinan membeludaknya wisatawan ke berbagai lokasi wisata di DIY.

Lugas Subarkah
redaksi@koransolo.co

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menuturkan pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas perhubungan dan gugus tugas penanganan Covid-19 di tingkat kota dan kabupaten untuk mengantisipasi banyaknya orang yang masuk dari luar daerah.
“Pada libur Iduladha, dimungkinkan terjadi arus mudik seperti pada Idulfitri. Untuk itu penanganan yang dilakukan juga seperti saat Idulfitri, salah satunya menyediakan pos penjagaan di sejumlah tempat,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Tavip Agus Rayanto, menuturkan sesuai hasil rapat koordinasi dengan dinas perhubungan kabupaten dan kota, Dinas Kesehatan DIY, dan Polda DIY, masa libur Hari Raya Iduladha perlu antisipasi manajemen dan rekayasa lalu lintas oleh Polri dan Dishub. ”Prediksi kepadatan lalu lintas di DIY mengarah kepada kawasan objek wisata DIY. Sehingga perlu penguatan patroli pengawasan dan pengendalian di kawasan dimaksud terhadap pengunjung sesuai protokol kedatangan dan protokol kunjungan wisata,” katanya.
Untuk fasilitas kesehatan, selama masa liburan Iduladha disediakan layanan 24 jam. Berbeda dengan Idulfitri lalu, pada Idul Adha ini tidak ada operasi pengendalian secara statis atau check point. Meski demikian, seluruh jajaran terkait berkomitmen siap sedia jika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan agar lebih mudah melaksanakan pengendalian.
Antisipasi
Sementara itu kunjungan wisatawan di Malioboro dinilai masih belum mengalami lonjakan yang signifikan. Kunjungan wisatawan masih berada di angka 600 sampai dengan 700 orang per harinya. Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Malioboro Ekwanto menjelaskan hanya pada Sabtu malam jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang. ”Kalau sebelum pandemi Covid-19 normalnya bisa mencapai 5.000 wisatawan yang datang per harinya,” terangnya.
Guna mengantisipasi persebaran Covid-19 di Malioboro, lanjut Ekwanto, UPT Malioboro masih mengerahkan petugas Jogoboro yang bertugas untuk mengecek suhu tubuh pengunjung. Selain itu, petugas Jogoboro juga ditugaskan untuk membantu masyarakat untuk melakukan scanning barcode sebelum masuk zona Malioboro.
”Selama masa tanggap darurat penanganan Covid-19 belum dicabut oleh Gubernur DIY upaya penjagaan yang dilakukan di Malioboro terus dilakukan. Personel yang kami turunkan per harinya sebanyak 24 petugas Jogoboro,” tutupnya.
Terpisah, jumlah pengunjung di objek wisata Taman Sari juga belum menunjukkan peningkatan sejak dibukan kembali beberapa waktu lalu setelah ditutup selama kurang lebih empat bulan lamanya. Ketua RW )08 Kampung Taman, Ibnu Titiyanto menerangkan jam operasional destinasi objek wisata di kompleks Keraton Yogyakarta yang penuh dengan filosofi Jawa tersebut masih sama yakni 09.00-15.00 WIB.
”Objek wisata Taman Sari masih dibuka seperti biasa, jika memang nanti ada perubahan, pengelola akan memberikan pemberitahuan. Hanya saja tidak semua lokasi dibuka untuk umum sesuai dengan kesepakatan,” ungkap Ibnu yang juga menjabat sebagai pengurus wisata Taman Sari yang ditunjuk oleh Dinas Kebudayaan Kota Jogja ini.
Jumlah kunjungan wisatawan di Taman Sari juga akan dibatasi sebanyak 500 orang. Pada hari biasa sebelum pandemi Covid-19 kapasitas kunjungan wisatawan ke Taman Sari sekitar 800 sampai 1.000 orang per hari. ”Akan ditempatkan juga petugas di dalam Taman Sari untuk memantau apakah wisatawan sudah menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 atau tidak,” kata dia. (Hafit Yudi Suprobo/Harian Jogja/JIBI)