Daging Kurban Dialokasikan untuk Anak Stunting

MADIUN—Pemerintah Kota Madiun mengalokasikan secara khusus daging hewan kurban untuk anak-anak yang mengalami stunting atau gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi.
Pembagian daging kurban ini menyasar 815 anak stunting. Daging yang dibagikan untuk anak stunting ini di luar hewan kurban bagi masyarakat. Masing-masing anak akan mendapatkan 1 kg daging. Pemkot telah menyiapkan anggaran senilai Rp80 juta khusus untuk pembagian daging ini.
Pemerintah Kota Madiun menyembelih tiga ekor sapi pada perayaan Iduladha 2020. Dua ekor sapi disembelih di Masjid Agung Baitul Hakim dan satu ekor sapi disembelih di Masjid Az-Zahro Balai Kota Madiun.
Pembagian daging kurban tersebut dilakukan menjadi dua tahap, yakni daging kurban dibagikan mentah dan dibagikan dalam bentuk olahan lengkap dengan nasinya. Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan daging kurban akan dibagikan dalam waktu beberapa hari berikutnya dalam bentuk olahan.
“Sebagian daging ada yang dibagikan langsung kepada pihak yang menerima. Kalau ada sisa, kami simpan dulu untuk diolah dan dibagikan lengkap dengan nasinya,” kata dia di Masjid Agung Baitul Hakim, Jumat (31/7).
Maidi menuturkan dalam beberapa hari mendatang daging kurban yang sudah diolah itu akan dibagikan kepada masyarakat. Rencananya ada tiga ribu bungkus nasi dengan lauk daging kurban yang dibagikan. Pengolahan dan pembagian daging kurban ini bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia Kota Madiun. Pendistribusian dengan pola tersebut diklaim lebih mengena.
Biasanya saat Iduladha, ada sebagian warga yang mendapatkan lebih dari satu bungkus daging kurban. Sehingga daging kurban yang ada di rumah menumpuk. Bahkan ada juga yang menjualnya. “Masyarakat bisa mengolah sendiri daging kurban hasil pembagian hari ini atau besok. Nanti kami berikan lagi yang sudah olahan beberapa hari kemudian. Jadi, konsumsi daging bisa secara terus menerus,” ujarnya. (Abdul Jalil/madiunpos.com/JIBI)