Pemerintah Buka Penempatan TKI di 14 Negara

JAKARTA—Pemerintah kembali membuka penempatan pekerja migran Indonesia atau TKI ke luar negeri setelah dihentikan sementara pada 18 Maret 2020.
Kala itu kebijakan tersebut diambil karena merebaknya virus corona di banyak negara. Saat ini 14 negara kembali menerima TKI.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menjelaskan keputusan untuk membuka kembali penempatan pekerja migran Indonesia di luar negeri dengan mempertimbangkan kebijakan beberapa negara penempatan yang sudah mempersilakan masuk tenaga kerja asing (TKA).
”Maka dipandang perlu untuk membuka kembali kesempatan bagi calon pekerja migran Indonesia untuk dapat bekerja di negara tujuan penempatan dengan tetap mengedepankan prinsip perlindungan hak-hak pekerja migran serta protokol kesehatan,” kata dia dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (30/9).
Keputusan itu berlaku sejak diterbitkannya Keputusan Men­teri Ketenagakerjaan Nomor 294 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru beserta Pedomannya.
”Sudah saya tandatangani kemarin 29 Juli 2020,” sebutnya. Lalu ada aturan turunan berupa Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja tentang Penetapan Negara Tujuan Penempatan Tertentu bagi Pekerja Migran Indonesia, yang mana penerbitannya dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan negara tujuan penempatan.
Atas berbagai pertimbangan, pemerintah baru membuka penempatan pekerja Indonesia di 14 negara dengan sektor-sektor pekerjaan tertentu. Perinciannya, Aljazair konstruksi, Australia semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum, Hong Kong sektor domestik, Korea Selatan semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum, Kuwait semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum, Maladewa sektor hospitality, Nigeria semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum, Persatuan Emirat Arab sektor hospitality, Polandia semua sektor pada pemberi kerja berbadan hukum, Qatar sektor migas, Taiwan semua sektor, Turki sektor hospitality, Zambia sektor pertambangan, dan Zimbabwe pertambangan.
Ida menjelaskan pembukaan kembali penempatan pekerja migran Indonesia ke negara penempatan akan dilakukan secara bertahap. Pentahapannya berdasarkan negara penempatan yang sudah dapat menerima pekerja migran Indonesia, sepanjang penerapan protokol kesehatan tidak merugikan calon pekerja.
Kemudian pentahapan berda­sarkan sektor pekerjaan dengan mempertimbangkan tingkat kerentanan pekerja migran terhadap risiko terpapar Covid-19. (Detik)