Wisatawan ke Sleman Diprediksi Meningkat Sabtu

SLEMAN—Momen libur Hari Raya Iduladha yang bersambung dengan akhir pekan ini diprediksi akan digunakan masyarakat untuk berwisata ke sejumlah destinasi. Di Kabupaten Sleman, wisatawan diperkirakan akan memadati obyek wisata pada Sabtu (1/8).
Pantauan Harian Jogja pada Jumat (31/7) siang, tempat pemungutan retribusi (TPR) Kaliurang Selatan, Hargobinangun, Pakem masih sepi dari kendaraan yang melintas. Hanya ada sejumlah mobil dan motor pribadi yang melintasi TPR itu untuk masuk ke Kawasan Objek Wisata Kaliurang.
Salah seorang petugas retribusi, Fakhrudin menuturkan meski Jumat hari libur, namun kunjungan wisata belum tampak melonjak drastis. ”Sampai siang ini ramai dibandingkan hari-hari kemarin, ada 178 orang yang tercatat melintas, tapi kami prediksi besok lebih ramai lagi,” kata Fakhrudin .
Menurutnya, kunjungan wisata ke Kaliurang biasanya baru ramai pada akhir pekan yaitu hari Sabtu-Minggu. Jika pada pagi hari, wisatawan didominasi pesepeda, lalu siang hari mulai banyak mobil pribadi berdatangan. ”Mungkin baru Sabtu ramai wisatawannya. Soalnya di sini belum semua objek wisata buka, baru kawasan, jadi wisatawan kebanyakan hanya muter-muter saja,” imbuhnya.
Selama ini petugas TPR baru sebatas mencatat kunjungan wisatawan dengan kendaraan mobil dan motor pribadi, sementara sepeda tidak dicatat. Untuk pengendara mobil dan motor, petugas juga mencatat asal kedatangan wisatawan. Meski begitu, kesemua wisatawan dengan berbagai kendaraan belum dikenai biaya retribusi.
Secara terpisah, General Manager Taman Wisata Candi Unit Prambanan, Aryono Hendro Malyanto juga menuturkan hal serupa soal kunjungan wisatawan. Ia memprediksi lonjakan kunjungan baru terjadi pada Sabtu. Meski begitu, ia menuturkan wisatawan yang masuk Candi Prambanan pada Jumat siang sudah tercatat sekitar 600 pengunjung. Angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasanya yaitu 200-300 kunjungan.
Saat ini, Candi Prambanan sudah memasuki tahap uji coba kedua. Jika pada uji coba tahap pertama sampai 14 Juli lalu kunjungan dibatasi hanya sampai 1.500 wisatawan, maka saat ini batas maksimal kunjungan dinaikkan hingga 2.000 orang. Aryono menambahkan, pengunjungnya didominasi wisatawan keluarga. Hanya satu-dua kali rombongan wisatawan datang dengan bus, namun itupun bus yang ditumpangi tidak penuh lantaran ada aturan dari travel agent untuk jaga jarak antarpenumpang di dalam bus. (Lajeng Padmaratri/Harian Jogja/JIBI)