7.000 Liter Disinfektan untuk Sterilkan Perkantoran

KARANGANYAR—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar mulai kembali menggencarkan penyemprotan disinfektan di lokasi keramaian dan lingkungan perkantoran pada dua pekan terakhir. Sebanyak 7.000 liter disinfektan disiapkan untuk kegiatan tersebut.
Kepala BPBD Karanganyar, Sundoro Budi Karyanto, ketika berbincang dengan Koran Solo, Sabtu (1/8), menjelaskan adanya peningkatan angka kasus Covid-19 di Karanganyar membuat pihaknya kembali menggencarkan kegiatan antisipasi persebaran virus corona di Karanganyar.
“Sudah dua pekan terakhir ini kami gencarkan kembali kegiatan penyemprotan. Karena sudah mulai lengah. Jadi kami kerahkan di beberapa lokasi keramaian seperti Taman Pancasila, Alun-alun Karanganyar, dan beberapa ruangan pemerintahan. Kami juga gabungan dalam melakukan kegiatan ini,” beber dia.
Fokus untuk penyemprotan kali ini juga dilakukan di lingkungan perkantoran OPD Pemkab Karanganyar lantaran sudah adanya kasus ASN yang terinfeksi virus corona. “Kami sudah memetakan Covid-19 sudah mulai memasuki lingkungan ASN. Jadi kami ambil tindakan pencegahan dengan fokus memasukan gedung dan ruangan perkantoran sebagai sasaran penyemprotan disinfektan. Khususnya di ruangan ber-AC dan tertutup menjadi fokus utama kami,” terang dia.
Untuk itu, pihaknya juga membeli alat penyemprot untuk disinfektan khusus ketika mensterilkan ruangan tertutup. Alat tersebut berbentuk mesin uap yang menyemprotkan disinfektan dalam bentuk uap dan dicampur dengan parfum. Berdasarkan penelitian, menurut Sundoro, teknik tersebut dianggap lebih efektif dan minim mengotori ruangan yang disemprot disinfektan.
“Kami baru beli satu alat karena mahal. Itu nanti dibawa ke mana-mana untuk penyemprotan di dalam ruangan tertutup. Minim mengotori dan lebih efektif. Yang mahal parfumnya harga Rp250.000 per liter. Tapi tidak mengganggu ruangan tersebut setelah disterilkan,” terang dia.
Untuk menggiatkan kembali kegiatan disinfektan, BPBD Karanganyar saat ini masih memiliki stok 7.000 liter disinfektan. Jumlah tersebut dianggap masih bisa mencukupi untuk melakukan penyemprotan hingga tiga bulan kedepan. (Candra Mantovani)