Daging Kurban Diangkut Gondola

Ponco Suseno

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyempatkan diri membagikan daging kurban di daerah terpencil di lereng Gunung Merapi, yakni di Girpasang, Kecamatan Kemalang, Klaten, Sabtu (1/8) pagi.
Di tengah kegiatan berbagi di daerah yang berjarak empat kilometer dari puncak Merapi itu, Ganjar Pranowo bertekad merealisasikan pembangunan jembatan gantung Girpasang-Ngringin sepanjang 120 meter pada 2021.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Girpasang merupakan satu-satunya daerah terpencil di lereng Merapi. Setiap orang dari luar Girpasang yang ingin berkunjung ke daerah tersebut harus menempuh perjalanan panjang yang melintasi jurang dengan kedalaman 150 meter dan perbukitan.
Di Dukuh Girpasang itu hanya terdapat sembilan rumah penduduk. Rumah penduduk itu ditempati 12 kepala keluarga (KK) dengan 37 jiwa. Guna memudahkan akses ke Girpasang, warga setempat sebenarnya sudah membikin gondola dengan sling baja yang menghubungukan Ngringin-Girpasang. Sayangnya, gondola dengan sling baja tersebut dikhususkan mengangkut barang warga. Sejumlah daging kurban yang dibawa Ganjar juga diangkut melalui gondola dengan sling baja itu.
Sementara, Ganjar Pranowo dan rombongan harus menempuh perjalanan panjang dengan jalan kaki melintasi jurang dan perbukitan. Ganjar Pranowo menempuh perjalanan selama 45 menit. Selama kurun waktu itu, Ganjar Pranowo pun harus melewati jurang dan perbukitan sebelum masuk ke bibir Dukuh Girpasang. Napas Ganjar Pranowo juga sempat ngos-ngosan selama melintasi jurang dan perbukitan di lereng Merapi. Aktivitas membagikan hewan kurban ke Girpasang pada momentum Iduladha 2020 itu menjadi pengalaman pertama Ganjar Pranowo berkunjung di kawasan terpencil di lereng Merapi.
Begitu tiba di rumah warga, Ganjar Pranowo bertamu ke rumah salah seorang tokoh masyarakat Girpasang, Mbah Padmo. Di lokasi itu, Ganjar Pranowo sempat menikmati teh hangat dan jadah goreng.
Daerah Terpencil
Ganjar pun menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya ke warga Girpasang. Selain bersilaturahmi, Ganjar Pranowo membawa daging kurban (daging sapi). Daging kurban dan sembako dibawa Ganjar Pranowo dari Kota Semarang.
”Saya sudah berkali-kali lihat Girpasang [sebagai daerah terpencil di lereng Merapi] tapi dari foto. Kali ini, saya sempatkan datang ke Girpasang. Saya memang perlu mendatangi daerah terpencil seperti itu. Kalau di desa yang tak terpencil, biasanya sudah aman. Setelah dari Girpasang juga meninjau di Jokotuo, Bayat; Bogem, Bayat; dan bertemu sukarelawan di Rawa Jombor, Bayat,” kata Ganjar Pranowo, saat ditemui wartawan di Rawa Jombor, Krakitan, Bayat, Klaten, Sabtu.
Saat berada di Girpasang, Ganjar Pranowo menyatakan Pemprov Jateng bertekad mewujudkan pembangunan jembatan gantung di Girpasang. Keberadaan jembatan sangat dibutuhkan warga setempat, terutama berfungsi sebagai akses menuju Girpasang. Hal itu juga memudahkan dalam mengevakuasi warga saat terjadi erupsi Gunung Merapi.
”Warga di sini memang telah terbiasa menyatu dengan alam. Tapi, pemerintah tak tinggal diam. Pekerjaan rumah saya di Girpasang terkait jembatan memang belum selesai. Saya sudah usulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Berhubung ada pandemi Covid-19, dana itu di-refocusing. Semoga pada 2021, bisa diwujudkan lagi. Saya akan kawal ini biar ada pendampingan,” katanya.
Kepala Desa (Kades) Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Sutarno, mengatakan daerah Girpasang sudah diproyeksikan menjadi tempat destinasi wisata. “Sudah sejak 2017 kami gerakkan Girpasang jadi destinasi wisata. Soalnya memiliki keunikan yang tidak banyak dijumpai di tempat lain. Namun memang karena kondisi saat ini, belum bisa maksimal [keuangan desa terbatas],” ucapnya.
Sutarno mengatakan di Girpasang memiliki aneka objek wisata alam. Hal itu seperti camping ground pendakian Merapi, Goa Jepang dan embung. ”Selain pemandangan alam yang indah, kami juga punya potensi seni budaya yang cukup lumayan,” kata Sutarno.