Hewan Kurban Turun Drastis

SOLO—Jumlah hewan kurban pada Iduladha
di Kota Solo menurun drastis dibanding tahun lalu. Penurunan mencapai 3.297 ekor
hewan kurban.

Wahyu Prakoso
redaksi@koransolo.co

Pada tahun 2019 tercatat sekitar 10.300 hewan kurban, sementara tahun ini tercatat 7.003 ekor.
Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Solo, Sudarmanto, menjelaskan jumlah sapi kurban sebanyak 2.308 ekor dan 4.695 ekor kambing dari lima kecamatan Kota Solo hingga Sabtu (1/8) siang.
Sebanyak 65 petugas lapangan mendata jumlah hewan kurban dan mengecek kesehatan hewan kurban.
”Datanya terus bertambah. Jumlah hewan kurban dibandingkan tahun lalu ada selisih banyak. Asumsi data sementara sampai Senin untuk melebihi tahun kemarin sulit juga,” kata dia.
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 1
Dia menjelaskan, jumlah sapi kurban tahun lalu sekitar 3.000 ekor, sekitar 7.000 ekor kambing, dan sekitar 300 ekor domba. Sapi kurban Solo berasal dari berbagai wilayah di Soloraya, Bali, dan Madura.
“Pandemi Covid-19 membuat pendapatan masyarakat berkurang. Sekolah libur [pembelajaran dalam jaringan]. Semua data Solo turun dari  lima kecamatan. Sekolah mungkin baru Senin [melakukan penyembelihan hewan],” paparnya.
Medik Veteriner UPT Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Solo, Ardiet Firmansyah, menjelaskan akan ada sekitar 74 sapi yang disembelih hingga Senin (3/8). Petugas berhasil menyembelih 68 sapi hingga Sabtu (1/8).
“Jumlah tahun lalu sekitar 100 ekor sapi. Ada masjid melakukan pembatalan pemotongan hewan kurban. Tanya informasinya ke sini lalu dirapatkan dan enggak daftar. Ada penurunan jumlah hewan kurban,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, pemotongan hewan kurban dimulai Jumat pukul 07.00 WIB dan Sabtu pukul 06.00 WIB. Area pemotongan terbatas bagi petugas jagal dan sejumlah perwakilan yang berkurban. Fasilitas RPH gratis tapi pihak berkurban membayar sekitar Rp600.000 per ekor sapi kepada penjagal.
Sapi dari Presiden
Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sumbangan dua sapi kurban untuk Solo dalam perayaan Iduladha tahun ini. Keduanya masing-masing diserahkan kepada takmir Masjid Agung kompleks Keraton Solo dan Masjid Al Wustho kompleks Istana Mangkunegaran.
Penyembelihan sapi dari Jokowi di Masjid Agung dilaksanakan Sabtu. Petugas kesehatan hewan melakukan pemeriksaan baik saat sapi masih hidup maupun setelah disembelih.
Kasi Kesehatan Hewan Keswan dan Pengawasan Obat (Keswan dan PO) pada Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan, Abdul Aziz mengatakan. Sapi jenis limosin tersebut berbobot 1.030 kilogram (kg) dan dalam kondisi sehat. “Bobotnya 1.030 kg dan kondisinya sehat dan layak untuk berkurban sesuai syarat Islam,” ujar Aziz yang melakukan pemeriksaan bersama Kasi Kesmavet Sudarmanto.
Sementara itu, selain sapi dari Jokowi, di Masjid Agung Solo juga terdapat lima sapi lain dan 11 kambing untuk kurban. Semuanya juga turut diperiksa kesehatannya.
Aziz mengatakan, terdapat satu sapi yang tidak layak kurban karena terdapat benjolan di bagian perut, serta menderita penyakit kulit (gudik).
“Untuk kambing-kambingnya semuanya sehat. Tapi sapinya ada satu yang tidak layak kurban karena ada benjolan [di dekat sini panggul] sehingga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, serta ada gudiknya. Gudik ini bahaya karena bisa menular kepada manusia. Sehingga sapi yang sakit ini kami sarankan kepada pengurus masjid agar dikembalikan kepada pekurban untuk ditukar,” imbuh Aziz.
Selain itu, juga ada sapi lainnya yang terdapat cacing hati. “Ada yang kena cacing hati sehingga bagian hati yang kena itu harus dibuang. Bagian lainnya tetap bisa dikonsumsi,” imbuhnya.
Petugas pemeriksa lain dari Kementerian Pertanian yang bertugas di Masjid Agung, Endah Krisnamurti mengatakan, “penolakan” sapi kurban yang tidak layak ini merupakan hal yang wajar untuk menjamin kesehatan manusia yag mengonsumsinya. “Ini adalah edukasi kepada masyarakat bahwa hewan kurban harus Asuh atau aman, sehat, utuh, dan halal,” ujarnya.
Ketua Pengurus Masjid Agung Solo Muhammad Muhtarom mengatakan, pihaknya sudah menghubungi pekurban perihal sapi yang sakit tersebut. “Sohibul qurban sudah kami hubungi. Kemungkinan akan ditukar,” ujarnya.
Di sisi lain, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Masjid Agung sehari setelah salat Iduladha ini dilakukan atas pertimbangan waktu pengelolaan daging. “Iduladha tahun ini kan hari Jumat, sehingga kami juga mempersiapkan salat Jumat. Kalau hari itu kami juga menyembelih hewan kurban, kami akan sangat kewalahan. Makanya penyembelihannya Sabtu,” ujarnya.
Pada penyembelihan hewan kurban kali ini takmir melarang masyarakat umum memasuki area masjid. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan sesuai anjuran pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan persebaran Covid-19.
Terpisah, di Masjid Alwustho, penyembelihan hewan kurban dilakukan dilaksanakan Jumat, usai salat Iduladha. Menurut Sekretaris masjid setempat, Purwanto, selain sapi dari Jokowi, terdapat empat sapi lain dan 14 kambing yang berasal dari jemaah dan masyarakat sekitar.
“Sapi dari Pak Jokowi dan semua hewan kurban di Al Wustho sehat dan pengantaran daging kurban berjalan lancar,” ujar Purwanto, Sabtu.