Selama Pandemi, Jumlah Tilang Menurun

SOLO—Jumlah penindakan tilang dalam Operasi Patuh Candi 2020 dibandingkan operasi tahun lalu menurun drastis. Hal itu dikarenakan polisi lebih mengutamakan upaya preventif di tengah pandemi virus corona.

Ichsan Kholif Rahman
redaksi@koransolo.co

Kasatlantas Polresta Solo Kompol Afrian Satya Permadi kepada wartawan, Sabtu (1/8), mengatakan sepekan pertama Operasi Patuh Candi lalu, kepolisian menilang 2.049 pelanggar. Namun, dalam pertama tahun ini kepolisian hanya menilang 113 pengguna kendaraan. Ia menyebut operasi kali ini, hanya 20 persen upaya tilang, sisanya mengutamakan upaya preventif.
”Total penindakan kami ada 398 pelanggaran lalu lintas. Namun, yang kami tilang 113 pelanggar, sisanya kami tegur untuk tidak mengulangi pelanggaran lagi,” ujar dia mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai.
Ia menambahkan tahun lalu ada 2.375 penindakan dari kepolisian. Dari jumlah itu 2.049 ditilang lalu 326 pengendara mendapat teguran. Afrian mengatakan total 113 tilang itu didominasi 92 pelanggar pengguna roda dua. Dari jumlah itu, 44 pelanggaran merupakan penggunaan knalpot brong yang tengah masif digencarkan polisi.
Ia menambahkan sejauh ini, belum ditemui pelanggar berusia di bawah umur. Mayoritas pelanggar lalu lintas berusia produktif dan dihentikan petugas pada malam hari. Sementara jumlah kecelakaan pada tahun ini terjadi peningkatan hampir 150 persen. Pada tahun lalu tercatat ada lima kecelakaan. Jumlah itu meningkat pada tahun ini sebanyak 13 kejadian.
”Tahun ini lebih banyak delapan kejadian kecelakaan, tahun lalu tidak ada korban luka berat sedangkan tahun ini ada empat orang. Kalau luka ringan tahun lalu ada enam orang tahun ini sepuluh orang,” ujar dia.
Sementara itu, Kasatlantas memastikan tidak ada sanksi tilang karena tidak memakai masker saat berkendara. Menurutnya, polisi hanya mengimbau warga agar disiplin memakai masker. Menurutnya, tidak memungkinkan jika polisi menilang karena tidak memakai masker. Namun, ketika Satgas Covid-19 mengikuti operasi, sanksi berada di kewenangan Satgas Covid bukan kepolisian.
Selama pandemi, polisi menindak menggunakan sistem hunting atau penindakan kasat mata. Ia menyebut razia di jalan seperti dengan memasang plang bukan menjadi prioritas. Hal itu dikarenakan dapat terjadi pengumpulan jumlah kendaraan yang terlalu banyak. Menurutnya, dengan sistem hunting, polisi dapat sembari mengatur lalu lintas. Pada operasi kali ini pihaknya sudah mengatur lalu lintas sebanyak 290 kali, penjagaan lalu lintas 140 kali, pengawalan 11 kali, lalu patroli sebanyak 182 kali.
”Beberapa sekolah sudah kami sosialisasi lewat aplikasi Zoom. Sudah kami mulai gelar sejak pekan lalu, SMA kan pembelajaran melalui online, jadi kami masuk dan menyosialisasikan agar tertib berlalu lintas,” imbuh dia.