HARGA EMAS TERUS CETAK REKOR Amankan Profit, Tetap Simpan Sebagian

Harga emas terus meningkat tak terbendung sejak awal tahun. Kini harganya sudah tembus Rp1 juta, bahkan peningkatan ini dinilai masih akan terus terjadi.
Di tengah peningkatan harga yang tinggi ini, analis emas dari Monex Investindo, Ariston Tjendra mengatakan sudah saatnya mulai menjual emas. Apalagi bagi masyarakat yang sudah memiliki cadangan emas sejak lama.
Ariston mengatakan emas dijual sekarang untuk tetap mendapatkan profit besar. Namun, dia mengingatkan jangan jual semua emas, menurutnya masih ada potensi kenaikan harga lebih lanjut.
”Kalau yang sudah punya, jual dulu amankan profit, apalagi yang sudah lama. Jual dulu sebagian 50%. Sisanya ditahan dulu, lihat potensi kenaikan lebih lanjut,” ungkap Ariston, Minggu (2/8).
Untuk yang mau membeli emas, Ariston tidak menyarankan untuk melakukannya sekarang. Dengan harga yang sangat tinggi menurutnya membeli emas berpotensi untuk rugi. Lebih baik membeli emas apabila harganya sudah turun, setidaknya di level Rp900.000 per gram.
”Kalau beli mending nunggu pull back baru masuk beli. Nanti kalau beli dia bisa masuk nggak bisa jual. Better sih nunggu pullback memang, saat turun lagi saat Rp900.000 lagi begitu,” jelas Ariston.
Analis emas sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengingatkan harga emas bisa terkoreksi sewaktu-waktu, makanya bagi masyarakat yang baru mau berinvestasi emas disarankan tidak melakukan pembelian saat ini.
Menurut Ibrahim apabila mau membeli emas hendaknya menunggu sampai harga emas kembali normal. Dia menyebut harga emas dinilai akan kembali ke level Rp 800.000-an per gram.
”Jangan membeli [emas sekarang], kalau membeli nanti nangis. Untuk membeli wait and see dulu, harga sudah terlalu tinggi. Kalau harga sudah terkoreksi, balik lagi ke level-level yang rendah baru melakukan pembelian,” kata Ibrahim.
Harga emas sendiri memang terus mencetak rekor di tengah pandemi, terakhir harga emas baru saja kembali mencetak rekor dan dijual di level Rp1.028.000 per gram pada Sabtu, 1 Agustus 2020.
Suku Bunga
Sementara itu, untuk harga buyback-nya atau pembelian kembali emas Antam berada di level Rp926.000 per gram. Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga emas tersebut.
Seperti diketahui, kekhawatiran akan krisis ekonomi yang ditimbulkan virus corona dinilai menjadi alasan utama naiknya harga emas terus menerus sejak awal tahun. Banyak investor mulai mencari aset aman.
Emas dinilai bisa menjadi save haven alias aset aman. Maka dari itu banyak investor memindahkan hartanya ke emas, sehingga memicu kenaikan harga emas.
Kenaikan harga emas masih bisa terus terjadi terlebih lagi sentimen kekhawatiran akan virus masih ada. Apalagi kalau vaksin belum juga ditemukan.
”Fundamental kekhawatirannya belum hilang, apalagi belum ada vaksin. Vaksin kalau sudah ada, bisa langsung turun kencang harga emas,” kata Ariston.
Menurut riset Bank of America (BofA) yang dilansir dari CNBC, alasan di balik harga emas terus cetak rekor adalah kebijakan Bank Sentral AS yang masih mempertahankan suku bunga acuan 0%-0,25%.
Implikasinya membuat peningkatan inflasi, hal ini membuat sentimen para investor masih enggan mengincar produk investasi saham dan sejenisnya.
”Dengan tingkat suku bunga di level nol, dukungan untuk harga emas datang dari inflasi yang tinggi,” tulis riset BofA. (Detik)