Kenaikan Penjualan Tak Bertahan Lama

JAKARTA—Produsen sepeda PT Insera Sena (Polygon) mengungkapkan permintaan sepeda meningkat signifikan pada Juni-Juli 2020.

redaksi@koransolo.co

Namun demikian, pabrikan menduga peningkatan penjualan sepeda tidak akan bertahan hingga akhir tahun.
Direktur Polygon William Gozali mengatakan ada peningkatan permintaan sepeda Polygon sekitar 50 persen pada Juni-Juli 2020. Angka tersebut lebih rendah dari peningkatan permintaan secara industri yakni sekitar 200 persen hingga 300 persen pada medio 2020.
”[Lonjakan permintaan] tidak sampai 200 persen. [Tapi,] kami bisa lihat bahwa pada Juni bisa dikatakan peak dari permintaan,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (2/8).
Namun demikian, William mencatat pertumbuhan volume permintaan mulai melandai sejak pekan ketiga Juli 2020. Menurutnya, hal tersebut dipicu lonjakan permintaan pada pabrikan.
William menilai permintaan sepeda Polygon melonjak karena sebagian besar permintaan perseroan pada akhir semester I/2020 didorong oleh spekulan yang mencari keuntungan sesaat. ”Peningkatan secara riil dari konsumen sendiri sulit dikatakan berapa [besar].”
Di samping itu, William meramalkan permintaan pasar sepeda domestik akan melandai secara industri sekitar Oktober-November 2020. Menurutnya, hal tersebut disebabkan terbatasnya komponen sepeda untuk melanjutkan produksi.
Namun demikian, William menyampaikan pihaknya akan terus meningkatkan volume produksi sepeda perseroan pada semester II/2020. Polygon memiliki kapasitas produksi sekitar 700.000 unit per tahunnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Sepeda dan Mainan (APSMI) Eko Wibowo mengatakan permintaan pada Juni 2020 naik tiga hingga empat kali lipat dari bulan biasa.
Selama ini, industri sepeda memiliki dua musim puncak yang membuat permintaan sepeda naik maksimum dua kali lipat, yakni musim lebaran, dan musim masuk sekolah.
Eko menjelaskan tingginya permintaan tersebut membuat ketersediaan sepeda di gudang industri habis. Eko mendata gudang industri sepeda memiliki stok untuk permintaan selama lima tahun dalam keadaan normal.
”Dalam [pengalaman saya] bisnis sepeda [selama] 20 tahun tidak mungkin terjadi begini. Utilitas [pabrikan[ bisa 100 persen, malah beberapa pabik meningkatkan produksi di atas 200 persen. Cuma ini permintaan tinggi sekali, tapi namanya produksi tidak bisa sekonyong-konyong cepat,” ucapnya.
Eko menuturkan sebagian pabrikan saat ini sudah menghentikan produksinya dan mengimpor sepeda jadi. Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan dalam negeri yang tetap tinggi. (JIBI/Bisnis.com/Andi M.Arief)