Lewat 14 Hari, Kades dan Camat Urung Tes Swab

SRAGEN—Para kepala desa (kades) dan camat di Kecamatan Gemolong, Sragen, urung mengikuti tes swab meski pernah mengikuti arisan paguyuban bersama Kepala Desa Tegaldowo, Sutiyo, yang terkonfirmasi positif corona per Sabtu (1/8).
Kepala Desa Purworejo, Ngadiyanto, menjelaskan arisan paguyuban kepala desa di Gemolong bersama camat setempat itu digelar pada 15 Juli lalu. Dia membenarkan saat itu kades Tegaldowo yang kini masih menjalani perawatan intensif di RS PKU Muhammadiyah Solo hadir dalam pertemuan itu.
Namun, karena pertemuan itu digelar sudah lebih dari 14 hari, maka tes swab untuk semua kades dan camat yang hadir dalam pertemuan itu urung dilakukan.
“Awalnya kami disarankan ikut tes swab besok [Senin (3/8)] pagi, tapi karena kontak terakhir dengan dia terjadi 15 hari, maka kami tidak masuk daftar [peserta tes swab]. Yang diharuskan jalani tes swab itu yang bertemu dia di atas tanggal 20 Juli. Setelah tanggal 15 Juli itu, memang masih ada pertemuan dengan sesama kades, tapi yang bersangkutan tidak hadir,” papar kades yang lebih akrab disapa Dipo itu saat dihubungi Koran Solo, Minggu (2/8).
Camat Gemolong, Kurniawan Sukowati, menegaskan tidak ada tes swab untuk dirinya dan kepala desa lain meski ada satu kades yang positif corona. “Saya tidak di-tes swab. Soal itu biar Gugus Tugas [Penanggulangan Covid-19] saja yang menjelaskan,” ucapnya.
Lurah Pasar Gemolong, Harjono, membenarkan istri Sutiyo tercatat sebagai pedagang di pasar tradisional yang bernaung di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen itu.
“Tapi yang bersangkutan tidak [positif corona] sehingga tidak memengaruhi situasi di dalam pasar. Sebagai langkah antisipasi, tiap malam kami semprot [disinfektan]. Alhamdulillah, aktivitas jual beli sudah meningkat meski belum 100%. Untuk pedagang yang di-swab memang belum dibolehkan berjualan dulu di pasar. Jumlahnya 15 dan 10 orang. Memang belum semua pedagang berjualan, tapi pasar sudah ramai dikunjungi pembeli,” papar Harjono. (Moh. Khodiq Duhri)