PEGAWAI HUMAS PEMKOT TERPAPAR CORONA Kantor Ditutup, Pegawai WFH

SOLO—Satu gedung di bagian sayap utara Balai Kota Solo ditutup selama sepekan menyusul salah seorang pegawai di lingkungan kantor itu terkonfirmasi positif Covid-19.

Mariyana Ricky P.D.
redaksi@koransolo.co

Pegawai Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Solo itu diketahui positif seusai menjalani uji usap secara Reverse-Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), beberapa waktu lalu. Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan yang bersangkutan mengikuti uji usap setelah diketahui pernah berkontak dengan kasus konfirmasi.
“Uji usap dilakukan di RSUD Bung Karno pada Sabtu dan Minggu (25-26/7). Hasilnya baru keluar Sabtu (1/8). Jadi, sudah masuk data kemarin Sabtu. Satu gedung dikarantina sepekan sejak Senin (3/8). Di gedung itu enggak hanya Bagian Humas dan Protokol, ada Bagian Umum dan lain-lain. Pegawainya kami minta work from home (bekerja dari rumah),” kata dia, kepada wartawan, Minggu (2/8).
Ahyani mengatakan pegawai Bagian Humas dan Protokol itu menjadi satu bagian dari tracing Balai Kota yang dilakukan beberapa waktu lalu. Selain dia, ada tiga orang lagi yang juga terkonfirmasi positif. Dua orang berdomisili di Solo dan satu lainnya di luar kota. Dua kontak tracing Balai Kota itu masuk data Minggu (2/8).
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 4
“Kami sudah melakukan disinfeksi seluruh ruangan di gedung tersebut pada Minggu. Harapannya tidak menyebar, pegawai lain yang menjadi kontak dekat maupun erat utamanya yang sekantor dan satu bagian, kami minta uji usap Senin (3/8),” jelasnya.
Ahyani mengatakan kondisi pegawai tersebut baik dan termasuk asimtomatik sehingga diharapkan segera sembuh.
Di sisi lain, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Bengawan menembus 285 orang. Dalam dua hari kemarin, kasus bertambah 20 orang.
Perinciannya, 17 kasus pada Sabtu dan 3 kasus pada Minggu. Perincian kasus pada Sabtu, jika ditilik dari domisili meliputi 4 dari Kelurahan Jebres, 3 dari Karangasem, 2 dari Gilingan, dan masing-masing satu kasus di Kelurahan Semanggi, Pucangsawit, Pajang, Mangkubumen, Serengan, Bumi, Sriwedari, dan Penumping.
“12 itu hasil tracing kasus sebelumnya [salah satunya tracing Balai Kota], kemudian 3 dari tenaga kesehatan, dan 2 pasien suspect atau probable yang naik kelas,” jelasnya.
Sedangkan tambahan kasus pada Minggu ada tiga orang, seluruhnya hasil tracing kasus sebelumnya, termasuk tracing Balai Kota. Ketiganya masing-masing berasal dari Kelurahan Karangasem, Mojosongo, dan Jebres.
Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Karanganyar ber­tambah dua orang, Minggu. Keduanya berasal dari Kecamatan Jaten dan Karanganyar. Pasien di Kecamatan Jaten berstatus apa­ratur sipil negara (ASN) ber­tugas di Kota Solo. Tetapi, yang bersangkutan domisili di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.
Sedangkan warga Karanganyar yang terkonfirmasi positif Covid-19 bekerja di Rumah Sakit Daerah Moewardi (RSDM) tetapi bukan tenaga kesehatan (nakes).
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar, Juliyatmono, melalui Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar, Purwanti, menyampaikan Dinkes sudah melakukan pelacakan terhadap kontak erat kedua pasien.
Total sepuluh orang yang melakukan kontak erat dengan dua orang terkonfirmasi positif Covid-19 itu. ”Warga Jaten melakukan isolasi mandiri di rumah sedangkan warga Karanganyar menjalani perawatan di RSDM. Mereka itu awalnya ada gejala batuk dan pilek. Kontak erat itu adalah keluarga,” ujar dia saat dihubungi, Minggu.
Sepuluh orang kontak erat itu diminta melakukan isolasi mandiri sembari menunggu pelaksanaan swab test yang sedang dijadwalkan Dinkes Karanganyar. Dengan penambahan dua kasus itu total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sedang menjalani perawatan 25 orang.
Di sisi lain, pada Minggu, tercatat lima orang sembuh dari Covid-19. Mereka adalah nakes yang tinggal di Kecamatan Jumantono satu orang, Kecamatan Jaten tiga orang, dan Kecamatan Gondangrejo satu orang. Mereka dirawat di Rumah Sakit Kasih Ibu (RSKI). Total hingga Minggu, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 yaitu 131 orang.
Berdasarkan data kasus Covid-19 selama satu pekan terakhir, terjadi penambahan kasus positif 23 orang dan 21 orang dinyatakan sembuh.
Dari 23 kasus positif selama satu pekan itu penambah kasus terbanyak berada di Kecamatan Jaten (enam kasus), Kecamatan Karanganyar (5 kasus) dan Colomadu empat kasus.
”Rata-rata nakes kalau yang [penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19] dari Colomadu, Karanganyar, dan Jaten. Sebetulnya ada [pasien] mengantongi KTP Solo, tetapi domisili Colomadu. Dia daftar di rumah sakit pakai alamat di Colomadu. Input data ya Karanganyar. Dominasi masih nakes,” tutur melalui telepon selular, Minggu.
”Tambahan [kasus terkonfirmasi positif Covid-19] kebanyakan kan nakes sepekan ini. Kontak erat enggak banyak. Nakes yang menangani [Covid-19] kan rentan terpapar. Kontak erat itu tidak semua kontak erat terkonfirmasi positif [Covid-19]. Banyak faktor,” ujar dia.
Dia mencontohkan lelaki dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, otomatis perempuan atau istrinya termasuk kontak erat. Tetapi, hasil swab test Covid-19 terhadap perempuan negatif. Dia memprediksi hal itu karena kondisi imunitas dan penerapan protokol kesehatan saat menjalani isolasi mandiri sudah tertib.
Sementara itu, Tim Satuan Tugas Covid-19 Wonogiri melakukan pemakaman jenazah dengan protokol pemakaman Covid-19 di Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, Minggu.
Kepala Pelaksana Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan, jenazah yang dima­kam­kan yakni seorang laki-laki berinisial S, 54.
Ia mengatakan, dulu S merupakan warga Jatisrono namun saat ini sudah tercatat sebagai warga Depok, Jawa Barat.
Sebelumnya, pasien S sakit dan dirawat di Rumah Sakit Moewardi Solo. Saat dirawat S menjalani tes swab. Tetapi hingga saat ini hasil tes swab belum keluar. Maka saat yang bersangkutan meninggal, pemakaman sesuai dengan protokol jenazah Covid-19.
”Pasien S belum tentu terpapar Covid-19. Hasil tes belum keluar. Bisa saja hanya suspect. Kami tidak berdasarkan ia positif atau negatif. Tetapi kami harus melihat SOP yang ada,” kata dia saat dihubungi, Minggu.
Pemakaman berlangsung dari pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WIB. Meski sudah tidak tercatat sebagai warga Wonogiri, Satgas Covid-19 Wonogiri tetap melaksanakan pemakaman.
”Seperti arahan Bapak Bupati, hal itu sebagai layanan Pemkab juga,” kata Bambang. (M. Aris Munandar/Bayu Jatmiko Adi/Sri Sumi Handayani)