PENANTANG GIBRAN DI PILKADA SOLO Menakar Peluang Cucu PB XII

SOLO—Cucu Paku Buwono XII, B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi terus bermanuver beberapa pekan terakhir, terkait peluang melawan calon PDIP dalam Pilkada Solo.

Kurniawan
redaksi@koransolo.co

Dia telah bertemu dengan Wawali Solo, Achmad Purnomo, yang kalah dalam perebutan rekomendasi cawali Solo dari DPP PDIP, dengan putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.
Putri juga telah menemui jajaran pengurus DPD PKS Solo untuk menjajaki kemungkinan berkolaborasi menggalang kekuatan sebagai lawan dari paslon PDIP, Gibran-Teguh Prakosa. PKS dipilih Putri karena satu-satunya parpol pemilik kursi di parlemen yang ingin menggalang koalisi gabungan parpol untuk menantang Gibran.
Selain PKS, Putri telah menjalin komunikasi dengan beberapa pengurus parpol yang tak memiliki kursi di parlemen.
Namun dipastikan PKS dan Putri harus bekerja ekstra keras bila ingin mewujudkan koalisi itu. Sebab seluruh parpol pemilik kursi di DPRD Solo saat ini merapat ke PDIP dengan alasan mengikuti arahan dari DPP partai.
Mereka yaitu PAN (tiga kursi), Partai Golkar (tiga kursi), Partai Gerindra (tiga kursi) dan PSI (tiga kursi). Untuk bisa mengusung pasangan cawali-cawali parpol atau gabungan parpol harus memiliki sedikitnya sembilan kursi. Artinya PKS harus bisa menggandeng setidaknya dua parpol.
Koordinator Relawan Jeng Putri, Bambang Pradotonagoro mengakui saat ini pintu untuk Putri bisa meramaikan bursa cawali-cawawali nyaris tertutup. Namun menurut Bambang, kondisi itu bisa berubah bila terjadi perubahan arah politik (konstelasi politik) nasional.
Penuturan senada disampaikan Putri Woelan Sari Dewi kepada Koran Solo. Menurut dia, dunia politik sangat dinamis. Dukungan politik bisa berubah setiap saat dan ke mana saja.
Ibarat permainan sepak bola, bola itu bundar. Segala kemungkinan bisa terjadi. Apalagi waktu pendaftaran cawali-cawawali Solo masih dua bulan lagi, yakni September. ”Kita lihat ke depan dinamikanya seperti apa. Mari sama-sama berdoa. Kalau bisa ikut memeriahkan [pilkada] ya kenapa tidak,” kata dia belum lama ini.
Harapan Putri masih punya peluang meramaikan bursa cawali-cawawali Solo juga mendasarkan fakta bahwa dukungan parpol pemilik kursi di DPRD Solo kepada Gibran-Teguh baru sebatas pernyataan lisan. Belum ada satu pun parpol yang secara resmi mengeluarkan surat dukungan atau rekomendasi kepada pasangan Gibran-Teguh.
Surat seperti itu biasanya dikeluarkan langsung oleh DPP parpol tersebut. Namun Achmad Purnomo pesimistis parpol non-PDIP bisa bergabung dalam satu koalisi. Banyak faktor yang memicunya. Salah satunya arahan dari DPP partai agar mendukung Gibran Rakabuming.
Pertimbangan lainnya dominasi suara PDIP dalam Pemilu 2019. Bukan sesuatu yang mudah melawan parpol dengan modal 189.760 suara dari total suara sah 343.495. Jumlah itu berarti sekitar 55, 24 persen.
Di sisi lain satu-satunya jalan bagi Putri untuk meramaikan Pilkada Solo lewat jalur koalisi gabungan parpol. Sebab untuk jalur perseorangan (independen) sudah tertutup. Tahap penyerahan berkas persyaratan dukungan paslon jalur perseorangan sudah lewat.