SEPATU EMAS EROPA Immobile Ikuti Jejak Totti

ROMA—Sudah cukup lama Liga Seri-A Italia tak melahirkan pemain tersubur di Eropa. Dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo selama satu dekade terakhir membuat penyerang-penyerang Seri-A selalu gagal meraih gelar Sepatu Emas Eropa.
Torehan 36 gol semusim yang sempat dicatatkan striker Napoli, Gonzalo Higuain, pada 2015/2016 belum mampu membawanya merebut gelar pemain tertajam di Benua Biru.
Pada musim yang sama, Luis Suarez tampil menggila bersama Barcelona dengan mengemas 40 gol yang mengantarnya merebut Sepatu Emas Eropa kali kedua sepanjang karier. Nasib buruk bagi para attacante (penyerang) di Seri-A nyaris terulang musim ini setelah penyerang Bayern Munich, Robert Lewandowski, tampil paten dengan mengemas 34 gol di Bundesliga.
Namun, catatan Lewandowski justru memacu Ciro Immobile untuk tampil kesetanan di akhir musim 2019/2020. Striker Lazio itu sukses menjaringkan tujuh gol dalam lima laga terakhir yang membuatnya menjadi top scorer Seri-A dengan 36 gol, sekaligus menjadi penyerang terbaik di Eropa.
Dia unggul lima gol dari striker Juventus, Cristiano Ronaldo, yang sempat menempelnya dalam perburuan capocannoniere. Immobile menjadi pemain Liga Seri-A kedua yang meraih gelar Sepatu Emas Eropa setelah Francesco Totti pada 2006/2007.
Kala itu, legenda AS Roma yang dijuluki Sang Pangeran tersebut mencatat 26 gol. “Saya super bahagia dan bangga dengan apa yang sudah saya raih, khususnya saat menengok kembali di mana saya mulai dan semua yang saya lalui,” ujar Immobile yang sempat meraih gelar top scorer Seri-A musim 2013/2014 dan 2017/2018, dilansir Football Italia, Minggu (2/8).
Torehan 36 gol musim ini membawa Immobile menyamai torehan Higuain sebagai pencetak gol terbanyak Seri-A sepanjang masa. Tak hanya itu, penyerang 30 tahun ini memutus dominasi Messi yang meraih Sepatu Emas Eropa tiga musim beruntun.
Sayang sukses Immobile belum mampu membawa Lazio mewujudkan mimpi kembali meraih scudetto. Sempat menjaadi penantang serius Juventus, Lazio kesulitan seusai restart kompetisi dan harus puas finis di posisi empat pada akhir musim. (Chrisna Chanis Cara/JIBI)