SISWA SMP PENJUAL CILOK Donasi Mengalir untuk Sekolah Darwin

Indah Septiyaning W.

SUKOHARJO—Aksi donasi untuk bocah penjual cilok asal Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Darwin Jazilin, 12, terus mengalir.
Donasi tersebut berbentuk kuota paket internet, uang, sembako hingga smarphone. Ibunda Darwin, Widaningsih, 38, mengaku donasi mulai berdatangan sejak pemberitaan tentang putranya yang menjajakan cilok ditayangkan Solopos.com (Grup Koran Solo) pada Jumat (24/7) lalu menjadi viral di media sosial (medsos). Koran Solo memberitakannya sehari kemudian.
”Banyak yang datang ke rumah dan kasih bantuan untuk Darwin. Sebagian besar saya tanya katanya baca dari Solopos.com,” ungkapnya kepada Koran Solo, Minggu (2/8).
Bantuan tak hanya berasal dari warga di Soloraya. Namun juga warga di wilayah Jawa Timur yang memberikan paket kuota internet untuk Darwin.
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 1
Dikatakannya, bantuan diterima berupa paket internet, pulsa, uang, kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako), dan HP.
Semua bantuan tersebut sepenuhnya diserahkan dan dipergunakan oleh Darwin.  ”Semua [bantuan] dibawa Darwin. Kecuali sembako digunakan untuk keluarga. Kuota, uang, dan lainnya disimpan sendiri,” katanya.
Seperti halnya donasi berupa HP untuk Darwin, kata dia, diberikan oleh seorang istri dari salah satu guru di sekolah anaknya, yakni SMP Negeri 24 Solo. Donasi HP tersebut kini digunakan Darwin untuk mengerjakan tugas sekolah selama pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Selama ini Darwin tak memiliki HP dan tugas-tugas sekolahnya dikerjakan saat sang ayah pulang kerja. ”Biasanya tugas sekolah dikerjakan malam hari. Kan harus nunggu bapaknya pulang kerja dulu,” katanya.
Namun selama berjualan, Darwin tak membawa HP tersebut. Darwin memilih fokus berjualan dan baru akan menyentuh HP saat mengerjakan tugas sekolahnya saja. ”Alhamdulillah kami merasa bersyukur banyak yang memberikan bantuan,” katanya.
Sebagaimana diberitakan Koran Solo, Darwin Jazilin, 12, warga RT 002 RW 011 Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo harus mengisi waktunya dengan jualan.
Darwin menjajakan cilok keliling Solo dari siang hari hingga menjelang petang. Ditemui dikediamannya, Jumat (24/7), Darwin mengaku berjualan cilok untuk membantu orang tua.
Anak kedua dari pasangan Iskandar, 39, dan Widaningsih, 38, itu menuturkan ayahnya bekerja sebagai petugas kebersihan di RS dr Oen Kandang Sapi Solo.  Sedangkan ibunya berjualan cilok.
Biasanya rute dia berjualan Cemani-Sriwedari-Alun alun Kidul-Tipes-Cemani. Dia berjualan keliling dengan mengayuh gerobak ciloknya. Rasa lelah sesekali menghampirinya. Dengan berbekal air minum dia beberapa kali istirahat sejenak sambil menunggu pembeli datang.
”Capek ya pasti. Tapi sudah niat membantu orang tua,” kata bocah yang baru masuk SMP Negeri 24 Solo ini.
Dia pun tak malu harus berjualan cilok dengan teman-teman sebayanya. Di saat teman-temannya bermain, dia harus berjuang mengais rejeki.
”Sering sih diajak main kalau sore sama teman-teman. Tapi kan saya tidak bisa. Yang penting pulang bisa bawa uang untuk tambahan keluarga,” katanya.
Uang hasil jualannya juga untuk membeli kuota paket internet. Darwin bersama dua saudara, ibu dan ayahnya tinggal di rumah indekos sejak puluhan tahun silam.