PERSIS SOLO Pagi di Jatisobo, Sore ke Bekonang

SOLO—Persis Solo kembali memilih lapangan di luar Kota Solo sebagai tempat berlatih menjelang digelarnya Liga 2 Indonesia 2020.

Chrisna Chanis Cara
redaksi@koransolo.co

Manajemen menunjuk Lapangan Desa Jatisobo, Polokarto, Sukoharjo, dan Stadion Mini, Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo, sebagai “kawah Candradimuka” baru Tri Handoko dkk. Persis juga berencana mencari mes di Kota Makmur yang dekat dengan tempat latihan.
Musim ini Laskar Sambernyawa memang hobi menggunakan lapangan di luar Solo untuk berlatih. Tim asuhan Salahudin kerap berlatih di Lapangan Dibal dan Donohudan, Boyolali; Lapangan Bolon, Colomadu Karanganyar; Lapangan Klumprit, Sukoharjo; hingga Lapangan Lanud Adi Soemarmo, Karanganyar.
Namun, penunjukan Lapangan Jatisobo dan Stadion Mini Bekonang sebagai lokasi latihan anyar terdibilang mengejutkan mengingat skuat belum pernah menjajal lapangan tersebut musim ini.
“Dua lokasi itu sudah kami survei sejak lama. Kami memilihnya dengan pertimbangan kualitas lapangan serta dukungan pihak setempat,” ujar Manajer Persis, Hari Purnomo, saat dihubungi Espos, Selasa (4/8).
Hari menyebut Lurah Jatisobo dan Lurah Bekonang menyambut antusias lapangan di wilayah mereka dipakai berlatih Persis. Hari mengaku sudah mengatur jadwal latihan apabila pemain kembali berkumpul pertengahan Agustus nanti. Menurut Hari, Lapangan Jatisobo akan dipakai latihan pagi hari. “Sore harinya di Bekonang,” jelas dia.
Untuk menunjang kenyamanan skuat, manajemen berencana mencari mes tak jauh dari tempat latihan. Hari mengatakan saat ini ada dua hotel yang dibidik menjadi penginapan sementara Persis. Penginapan itu berlokasi di Bekonang, Sukoharjo dan Dagen, Karanganyar. Hari mengaku masih menyeriusi opsi hotel di Dagen karena cukup representatif.
“Mereka bisa menyediakan 20 kamar. Lokasinya juga tak jauh dari tempat latihan. Masalahnya di hari tertentu kamar mereka sudah full dipesan,” tutur Hari.
Manajemen tak tertarik menyewa rumah atau bangunan seperti mes sebelumnya di Karangasem, Solo, mengingat kompetisi hanya berjalan beberapa bulan.
“Kalau sewa mes seperti dulu minimal kontrak setahun. Dengan format home tournament, kami memperkirakan hanya butuh penginapan di dekat lokasi latihan sekitar sebulan. Setelah itu kami perlu menyesuaikan kembali dengan venue kompetisi,” ucap Hari.