PT KAI Daops 8 Surabaya Operasikan Kembali 6 KA

SURABAYA—PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) 8 Surbabaya kembali menambah operasi kereta jarak menengah/jauh secara bertahap untuk mengantisipasi kenaikan jumlah penumpang yang terus meningkat.
Manajer Humas KAI Daops 8 Surabaya, Suprapto mengatakan pada Agustus ini pihaknya menambah enam perjalanan kereta jarak menengah/jauh yang mulai dioperasikan pada akhir pekan ini. “Sebelumnya kereta api ini sempat dihentikan sementara operasionalnya karena kondisi pandemi. Namun secara bertahap kita buka layanan angkutan kereta sesuai kondisi,” jelasnya, Selasa (4/8).
Adapun 6 kereta api jarak menengah/jauh yang kembali beroperasi itu di adalah KA Argo Bromo Anggrek (Surabaya Pasarturi – Gambir Jakarta), KA Harina (Surabaya Pasar Turi – Cirebon – Bandung), KA Matarmaja (Malang – Pasar Senen), KA Pasundan (Surabaya Gubeng –Kiracondong Bandung), KA Wijayakusuma (Surabaya Gubeng – Cilacap), KA Wijaya Kusuma (Surabaya Gubeng – Ketapang).
Suprapto menambahkan dengan dioperasikan kembali layanan kereta jarak menegah dan jauh itu maka PT KAI Daops 8 secara total telah mengoperasikan sebanyak 51 perjalanan KA yang terdiri dari 36 KA lokal, dan 15 KA jarak menengah/jauh.
“Dalam kondisi normal atau sebelum pandemi, kami mengoperasikan sebanyak 86 KA penumpang, yang terdiri dari 41 KA jarak menengah/jauh dan 46 KA lokal. Namun saat ini baru 51 KA saja yang dioperasikan,” imbuhnya.
PT KAI Daops 8 mencatat, pada Juli 2020 telah melayani sebanyak 111.008 penumpang terdiri dari 20.993 penumpang KA jarak menengah/jauh dan 90.015 penumpang KA Lokal. Jumlah tersebut naik 62,5 persen dibandingkan dengan volume penumpang pada Juni 2020 sebesar 69.426 penumpang yang terdiri dari 5.936 penumpang KA jarak menengah/Jauh dan 63.490 penumpang KA Lokal.
“Adanya peningkatan jumlah penumpang saat re-opening ekonomi di masa pandemi ini dipengaruhi oleh faktor libur Hari Raya Idul Adha, penambahan jadwal perjalanan, undian berhadiah, diskon tiket hingga layanan rapid test harga terjangkau di stasiun,” imbuh Suprapto. (Peni Widarti/bisnis.com/JIBI)