Sekolah Penuh Sayuran demi Belajar Siswa

M. Aris Munandar

WONOGIRI—Saat kembali ber­sekolah, siswa di SD Negeri 3 Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri, kemungkinan besar bakal terkejut dengan suasana tempat belajar mereka.
Sebab, selama pandemi seluruh guru di sekolah tersebut menanam aneka sayuran di lingkungan sekolah. ”Saat ini kan kami tidak mengajar siswa di sekolah. Karena pembelajaran dilakukan di rumah masing-masing siswa. Istilahnya kami melakukan pekerjaan sampingan yang bermanfaat,” kata Kepala Sekolah SDN 3 Sukoharjo, Yudo Tri Kuncoro, saat dihubungi Koran Solo, Rabu (5/8).
Ia mengatakan saat kondisi sudah normal, anak-anak sudah masuk ke sekolah, budi daya tanaman tersebut bisa dijadikan media pembelajaran siswa.
Jenis sayuran yang ditanam, menurut dia, yakni tomat, cabai, terong dan pare. Sayuran menggunakan polybag tersebut mulai ditanam 16 Juli lalu. Jumlah sayur di lingkungan sekolah saat ini ada sekitar 700 batang. Pengadaannya tidak menggunakan biaya dari sekolah melainkan dana swadaya dari tenaga pendidik.

”Sebagian guru membawa pupuk dari rumah. Untuk benih dan polybag beli secara mandiri,” ungkap dia.
Salah satu guru di SD Negeri 3 Sidoharjo, Deny Suseno, mengatakan tujuan penanaman sayuran di lingkungan sekolah untuk membentuk karakter siswa. Saat anak nantinya masuk sekolah, mereka bisa merawat dan mencintai lingkungan. Selain itu mereka juga bisa menyirami tanaman dan memberi pupuk. Intinya mereka bisa belajar bercocok tanam.
”Kegiatan ini bukan upaya guru mencari tambahan penghasilan saat pandemi Covid-19 karena terkena dampak. Tetapi kegiatan murni untuk mengedukasi dan menjadi nilai tambahan bagi siswa nantinya,” kata Deny.