12 Warga Binaan Rutan Solo Dipindah

SOLO—Sebanyak 12 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Solo dipindahkan ke Rutan Klaten Jumat (7/8) malam. Hal itu dikarenakan jumlah WBP di Rutan Solo melebihi kapasitas ideal.
Kepala Pengamanan Rutan Solo Andi Rahmanto kepada wartawan, Sabtu (8/8), mengatakan pemindahan ke Rutan Klaten untuk mengurangi jumlah kapasitas tahanan yang melebihi kapasitas ideal. Menurutnya, hal itu juga untuk memaksimalkan proses pembinaan di dalam rutan. Idealnya jumlah WBP di Rutan Solo yakni 304 orang, namun saat ini tercatat mencapai 540 orang.
”Setelah kembali membuka penitipan tahanan, jumlah WBP terus bertambah. Terakhir ada 29 WBP yang terdiri dari 27 laki-laki dan dua orang perempuan. Tahanan itu berasal dari Polresta Solo sebanyak 12 orang, Polres Sukoharjo 2 orang, dan Polres Karanganyar sebanyak 15 orang,” ujar dia mewakili Karutan Solo Urip Dharma Yoga.
Ia menambahkan sebelum memindahkan, Rutan Solo berkoordinasi dengan Kanwil Pemasyarakatan Jawa Tengah. Usai memperoleh izin, Rutan Klaten yang dianggap masih mampu menampung WBP itu. Menurutnya, sebelum dipindahkan belasan WBP itu mengikuti uji cepat virus corona atau rapid test. Hasilnya, seluruh WBP dinyatakan non reaktif. Berkas itu dilampirkan dalam berkas pemindahan. Menurutnya pihak Rutan Solo juga telah berkoordinasi dengan keluarga WBP terkait pemindahan.
Sementara itu, Rutan Solo, masih membuka penitipan usai sebelumnya menutup penerimaan tahanan saat pandemi. Namun, saat ini pihak rutan masih menyelesaikan tahapan karantina 29 tahanan baru. Usai masa karantina tahanan itu selesai, Rutan Solo kembali bisa menerima tahanan baru. Teknis penerimaan narapadina baru yakni dengan menyelesaikan masa karantina selama dua pekan lalu Rutan kembali membuka penerimaan tahanan.
Ia menambahkan saat penutupan penerimaan tahanan pada saat awal pandemi sedikit membuat Rutan solo sedikit longgar. Menurutnya sebelum pandemi, jumlah WBP Rutan Solo bisa mencapai 600 orang-700 orang.
”Sesuai protokol Covid-19, WBP karantina mereka juga tidak boleh meninggalkan sel isolasi. Kami telah membentuk tim penerimaan tahanan selama masa pandemi ini,” imbuh dia. (Ichsan Kholif Rahman)