Warga Wonogiri Bagian Selatan Mulai Beli Air

WONOGIRI—Warga Wonogiri bagian selatan sudah mulai membeli air bersih untuk digunakan kebutuhan
sehari-hari.

M. Aris Munandar
redaksi@koransolo.co

Selama ini, di Wonogiri bagian selatan, seperti Kecamatan Paranggupito, Kecamatan Pracimantoro, Kecamatan Giritontro, dan sekitarnya dikenal sebagai daerah rawan terdampak kekeringan saat musim kemarau. Kabar adanya warga yang sudah mulai membeli air bersih dibenarkan oleh Camat Paranggupito, Wonogiri, Sulistyani, saat dihubungi Koran Solo, Sabtu (8/8).
Ia mengatakan, warga mulai membeli air bersih sejak dua bulan lalu, tepatnya Juni. Sejak saat itu hujan sudah tidak turun, sehingga ketersediaan air juga habis. ”Rata-rata memang sudah mulai beli, terutama warga Desa Gendayakan. Truk tangki pengangkut air bersih sudah keluar-masuk di daerah tersebut,” ungkap dia.
Meski ada pandemi Covid-19, menurut dia, harga air tidak naik atau berubah dibanding tahun lalu. Untuk jarak dekat satu truk tangki dihargai Rp150.000.
Sedangkan untuk jarak jauh sebesar Rp160.000 hingga Rp170.000. Tergantung jaraknya. Air bersih tersebut, berasal Pracimantoro dan Giritontro. ”Setiap warga mempunyai penampungan air berbeda-beda. Satu tangki air bisa habis dalam kurun waktu yang berbeda-beda juga. Karena jumlah anggota keluarga tidak sama,” ujar dia.
Meski demikian, Sulistyani meyakini jika pembangunan sumber mata air atau pengangkatan air bersih Banyu Towo dan Sumber Waru selesai, masalah kekeringan dapat diatasi. ”Kemungkinan September sudah selesai proses pembangunannya,” kata dia.
Kasus serupa juga terjadi di Kecamatan Pracimantoro. Sebagian warga di sana sudah membeli air bersih untuk digunakan kebutuhan sehari-hari. Camat Pracimantoro, Warsito, mengatakan saat ini ada lima dusun di dua desa yang warganya sudah membeli air bersih.
Ia mengatakan, warga membeli air satu tangki dengan harga Rp125.000 hingga Rp130.000. Tidak ada kenaikan harga dibanding tahun lalu. Air tersebut rata-rata dibeli dari daerah Suci, salah satu desa di Pracimantoro. ”Jadi tidak dari luar daerah belinya. Karena di desa lain ada sumber air yang mencukupi,” kata Warsito.