program stimulus listrik. Diperpanjang Lagi hingga Desember

JAKARTA—Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang program stimulus listrik bagi
pelanggan rumah tangga daya 450 VA dan 900 VA bersubsidi, serta pelanggan UMKM hingga
Desember 2020.

redaksi@koransolo.co

Sebelumnya, untuk membantu masyarakat terdampak pandemi Covid-19, pemerintah telah memberi stimulus berupa pemberian diskon tagihan listrik kepada konsumen, yang meliputi rumah tangga golongan tarif R-1 450 VA diskon 100 persen dan rumah tangga golongan tarif R-1 900 VA subsidi diskon 50 persen selama enam bulan (April—September 2020). Stimulus ini diperpanjang sampai dengan Desember 2020.
Kemudian, untuk pelanggan UMKM yang terdiri atas bisnis kecil B-1 450 VA dan industri kecil I-1 450 VA berupa diskon tagihan listrik 100 persen selama enam bulan (Mei—Oktober 2020). Stimulus ini diperpanjang untuk November—Desember 2020.
”Belakangan kami tengarai dampak pandemi terus berlanjut dan saudara-saudara kita belum bisa recover, maka negara hadir kembali memutuskan memperpanjang sampai akhir tahun, Desember 2020,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rida Mulyana dalam konferensi pers virtual, Selasa (11/8).
Layanan Khusus
Total pelanggan yang mendapat stimulus ini sebanyak kurang lebih 24,16 juta pelanggan rumah tangga 450 VA dan sekitar 7,72 juta pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi.
Dengan memperpanjang program stimulus listrik ini, terdapat tambahan anggaran senilai Rp4,38 triliun dari anggaran sebelumnya yang mencapai Rp11,02 triliun.
Dengan demikian, total dana yang akhirnya dianggarkan mencapai Rp15,4 triliun untuk program stimulus keringanan tagihan listrik bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19.
”Secara keseluruhan yang kami bantu sampai saat ini ada kurang lebih 33,642 juta pelanggan dan yang kami gelontorkan untuk bantu ini kurang lebih Rp15,398 triliun. Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk kita semua,” imbuh Rida.
Sementara itu, total pelanggan sektor UMKM yang mendapatkan stimulus sebanyak kurang lebih 501.000 pelanggan bisnis 450 VA dan 443 pelanggan 450 VA.
Besaran tambahan subsidi selama 8 bulan diperkirakan mencapai Rp151 miliar.
Selain program stimulus tersebut, pemerintah juga telah memberi keringanan tagihan listrik kepada pelanggan sosial, bisnis, industri, dan layanan khusus yang berjumlah kurang lebih 1,26 juta pelanggan.
Keringanan yang diberikan berupa pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum (40 jam nyala) untuk pelanggan sosial, bisnis, dan industri daya 1.300 VA ke atas dan pembebasan biaya beban atau abonemen bagi pelanggan sosial (daya 220 VA, 450 VA dan 900 VA), bisnis (900 VA), dan industri (900 VA).
Kebutuhan dana yang akan dialokasikan untuk stimulus tersebut diperkirakan sekitar Rp3,07 triliun. (JIBI/Bisnis.com)