Keran Otomatis Banjir Pesanan

Ponco Suseno

KLATEN—Sejumlah guru hingga pejabat di Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten ramai-ramai memesan keran otomatis buatan dua siswa SMPN 2 Klaten, Selasa (14/8).
Keran air tanpa harus menyentuh itu diklaim dapat mengurangi potensi persebaran virus corona. Kedua siswa kreatif tersebut masing-masing Febrian Abidimas Wijayaka alias Bian (kelas VIII B) dan Nathanael Hazel Christian Yogabrata alias Hazel (kelas VII B).

Bahan utama pembuatan keran otomatis itu, yakni resistor, valve listrik 12 V, adaptor 12 V, box, keran air, V-ring 3/4, socket power 12 V, kabel jumper, regulator 7805, switch, sensor infrared, transistor tip 32 C, LED, solid state relay (SSR).
Cara kerja keran otomatis, yakni sensor mendeteksi pantulan cahaya. Saat tangan didekatkan ke sensor yang berada di bawah keran. Setelah itu, lampu indikator menyala dan katup terbuka sehingga air dapat keluar.
”Kami sosialisasikan keberadaan keran air otomatis itu. Dari sana, ternyata banyak yang memesan. Soalnya, alat ini memang sangat berguna. Sudah ada 10 pemesan. Termasuk saya, guru di sini, hingga Kepala Disdik Klaten. Hingga sekarang, Bian dan Hazel sudah merampungkan delapan unit,” kata Kepala SMPN 2 Klaten, Ismadi, saat ditemui Koran Solo, di kantornya, Jumat (14/8).
Ismadi mengatakan keran otomatis buatan Bian dan Hazel dijual dengan harga terjangkau yakni Rp500.000 per unit. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga yang beredar di pasaran, minimal senilai Rp1,5 juta per unit.
”Nantinya, keran otomatis ini akan terus dikembangkan, tak hanya difungsikan sebagai tempat cuci tangan, bisa juga untuk tempat berwudu dan mendukung tempat cuci piring bagi ibu rumah tangga,” katanya.
Salah satu pencetus keran otomatis, Bian, berharap semoga keran otomatis yang dibikin bersama Hazel dapat bermanfaat bagi masyarakat. Hal itu terutama mengurangi persebaran Covid-19.
”Saya pun bersedia mengajari teman di sekolah yang ingin belajar membuat keran otomatis,” katanya.