KPPN Kawal Pemulihan Ekonomi

KLATEN— Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Klaten terus mengawal pemulihan ekonomi daerah dan nasional.

Damar Sri Prakoso
redaksi@koransolo.co

Kasus Covid-19 masih terus mening­kat dan berdampak negatif terhadap perekonomian daerah, nasional dan dunia. Di tingkat nasional indikator itu tampak pada pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun 2020 yang menunjukkan penurunan tajam menjadi -5,34 %.
Di tingkat nasional sebagai upaya pemulihan perekonomian nasional (program PEN) telah dianggarkan dana Rp607,65 triliun diperuntukkan bagi program perlindungan sosial sebesar Rp203,90 triliun, sektoral K/L dan Pemda Rp106,11 triliun, UMKM Rp123,46 triliun, pembiayaan korporasi Rp53,57 triliun, dan insentif usaha Rp120,61triliun.
Dalam kedudukannya sebagai pe­ngelola fiskal sekaligus Kuasa Bendahara Umum Negara di daerah, KPPN Klaten akan terus mengambil bagian dalam program PEN, khususnya untuk wilayah Kabupaten Klaten dan Boyolali.
Kepala KPPN Klaten Taufiq Widyantoro dalam rilis yang disampaikan kepada Koran Solo, Sabtu (15/8), menyatakan salah satu tujuan APBN adalah menggerakkan perekonomian atau pasar, hal konkret yang telah dilakukan KPPN Klaten adalah mendorong semua satuan kerja agar menyegerakan pencairan dana yang untuk triwulan III (Juli-September) ini ditargetkan setidaknya Rp490,09 miliar.
Agar APBN cepat beredar untuk membantu menggerakkan perekonomian KPPN Klaten juga telah menyelesaikan pembayaran gaji ke-13 kepada 4.205 ASN pusat, anggota Polri pada Senin (10/8) Rp26,23 miliar. Melalui koordinasi dengan pemkab, untuk Kabupaten Klaten telah dicairkan gaji ke-13 kepada 9.369 ASN daerah, Kamis (13/10), Rp42,96 miliar dan untuk Kabupaten Boyolali dibayarkan pada Jumat (14/8).
Adapun realisasi DIPA beban APBN pada KPPN Klaten sampai dengan 13 Agustus 2020 telah tercatat sebesar Rp1,17 triliun atau 59,84% dari total pagu. ”Untuk dana desa dan DAK fisik pada Kabupaten Klaten masing-masing tercatat Rp306,37 miliar dan Rp8,29 miliar atau 76,71% dari pagu, sementara untuk Kabupaten Boyolali masing-masing telah terealisasi Rp174,73 miliar dan Rp35,43 miliar atau 67,87% dari pagu,” kata Taufiq.
Sementara itu untuk membangkitkan semangat pegawai agar terus berbakti kepada negeri sekaligus merayakan HUT ke-75 Kemerdekaan RI, KPPN Kla­ten telah menyelenggarakan berbagai kegiatan baik bersifat internal maupun eksternal. Salah satu kegiatan berupa acara gowes bersama mengelilingi kota Klaten. (*)