Kampung Diharapkan Aktif Pantau Pendatang

JOGJA—DIY mewaspadai kedatangan pemudik dari Jakarta yang kemungkinan akan datang menjelang diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada Senin (14/9) mendatang. Pemda DIY mengimbau masyarakat mendata setiap pendatang.
Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan pihaknya tidak akan mengadakan check point di perbatasan. Sebagai gantinya, skrining dan pendataan diperketat di tempat kedatangan kendaraan umum seperti bandara, stasiun, terminal, dan di kampung penerima. Masyarakat di lingkungannya diharapkan menerapkan skrining dan pendataan kepada semua pendatang maupun warga setempat yang baru pulang dari bepergian luar daerah. “Seperti yang kita lakukan pada awal pandemi dulu,” ungkapnya, Jumat (11/9).
Mereka yang baru datang juga wajib menerapkan protokol Kesehatan seperti isolasi 14 hari. Di sisi pemerintahan, ia mengatakan sampai saat ini belum memberi izin perjalanan dinas bagi organisasi perangkat daerah (OPD) ke luar daerah.
“Tamu dari Jakarta saya tidak pernah terima. Kami terima kalau kehadiran setingkat menteri, dilengkapi hasil swab. Tapi kalau datang perjalanan dinas biasa tidak kami terima. Kemarin ada kementerian yang mengundang OPD dan tidak memberi peluang online, saya tidak izinkan berangkat,” ujarnya.
Pl. Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan pengecekan pendatang tidak dilakukan di perbatasan melainkan di simpul kedatangan, yakni bandara, stasiun dan terminal, dengan melibatkan TNI dan Polri. Kendati demikian pihaknya masihakan memantau perkembangan di lapangan. Menurutnya, saat ini belum terjadi lonjakan kedatangan. “Saya kira belum terlalu melonjak. Kita lihat di lapangan juga. Ini kan baru kemaren [info PSBB], kami kan juga baru mengkondisikannya hari ini dengan teman-teman di lapangan,” ungkapnya. (Lugas Subarkah/Harian Jogja/JIBI)