Korban Pakai Metode 3 D, Pengedar Uang Palsu Tertangkap

WATES—Bank Indonesia sering mengampanyekan metode mengenali uang palsu dengan cara 3 D yaitu “dilihat, diraba, diterawang.”
Ini bukan kampanye sia-sia, karena nyatanya ada masyarakat yang menerapkan metode itu dan sukses mengungkap upaya orang yang hendak menipu dengan menggunakan uang palsu.
Seorang perempuan paruh baya berinisial TS, 55, warga Kapanewon Kalibawang, diciduk Kepolisian Sektor Wates karena kedapatan bertransaksi menggunakan uang palsu di Pasar Bendungan, Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates, Kulonprogo, DIY, Jumat (11/9) pagi.
Kapolsek Wates, Ajun Komisaris Polisi Endang Suprapto, kepada awak media, Jumat siang, menjelaskan terbongkarnya aksi peredaran upal ini berawal dari kecurigaan seorang pedagang bernama Suginem, 55.
Pelaku diketahui hendak membeli jajanan pasar yang dijual Suginem. Saat membayar, pelaku memberikan selembar uang nominal Rp100.000. Suginem kemudian mengecek keaslian uang itu menggunakan metode tiga D yakni dilihat, diraba dan diterawang. Hasilnya, uang tersebut ternyata palsu.
Suginem lantas meminta pelaku memberikan uang nominal lebih kecil untuk membayar belanjaannya. Setelah pelaku membayar menggunakan uang asli, Suginem melaporkan hal itu kepada satpam pasar. Pelaku sempat ditahan di pasar sampai akhirnya dibawa petugas kepolisian.
”Dari tangan pelaku didapati ada 13 lembar uang nominal Rp100.000. Kami masih mendalami kasus ini termasuk mengecek kediaman pelaku untuk mengetahui ada tidaknya barang bukti lain,” ujar Endang. (Jalu Rahman Dewantara/Harian Jogja/JIBI).