Logo Baru Persika Diluncurkan Pekan Depan

KARANGANYAR—Karya Doni Wahyu Ardiyanto terpilih sebagai pemenang dalam sayembara desain logo baru Persika Karanganyar.
Desain bikinan warga Matesih itu mengalahkan 105 karya lain yang masuk meja panitia sejak 2-8 September. Namun Persika masih menyimpan rapat logo barunya untuk diumumkan bersama launching jersey tim pekan depan.
Tim juri yang terdiri dari pakar desain, perwakilan Pemkab Karanganyar dan manajemen Persika harus memeras otak untuk memilih karya terbaik pada penjurian tiga besar, Jumat (11/9). Lewat debat panjang selama lima jam, Persika akhirnya menunjuk desain Doni sebagai logo tim yang baru.
Selain Doni, terdapat karya milik Wahyu Eko Subiyanto dan Dimas Wahyu Triutomo yang masuk penjurian final.
Pengurus Persika, Felix AD Sultansyah, mengatakan karya Doni menjadi pemenang karena dinilai modern, simpel dan mewakili filosofi klub. “Detail logonya belum bisa kami umumkan karena akan menjadi kejutan saat peluncuran jersey. Rencananya akan kami rilis ke publik pekan depan dengan sedikit penyempurnaan,” ujar Felix saat dihubungi Espos, Jumat (11/9).
Felix memberi sedikit bocoran tentang logo baru Persika. Dia mengatakan tugu Tri Dharma yang menjadi unsur wajib dalam desain dibikin layaknya sketsa atau siluet. Hal ini, imbuhnya, menjadi poin tersendiri karena sang desainer tidak mencomot mentah-mentah bentuk tugu untuk dimasukkan ke dalam logo klub. “Visualisasinya sangat modern,” ujarnya.
Filosofi yang menyertai desain juga dinilai kontekstual dengan perjuangan Raden Mas Said (Pangeran Sambernyawa). Menurut Felix, narasi filosofi yang disusun Doni sangat “ideologis” dan bisa memacu semangat para pemain di lapangan hijau. “Ini sesuai dengan upaya Persika bangun lagi dari tidur panjang selama 10 tahun.”
Lebih jauh, manajemen me­nga­presiasi antusiasme war­ga Karanganyar yang ikut serta dalam perlombaan. Felix menyebut ada 106 karya dari 88 desainer lokal yang masuk selama masa pendaftaran.
“Bahkan terdapat 35 desainer yang masih ingin ikut serta setelah pendaftaran ditutup Selasa [8/9]. Namun terpaksa ditolak karena kami konsekuen dengan tenggat yang dibuat,” ujarnya. (Chrisna Chanis Cara/JIBI)