SANKSI SOSIAL BERLAKU DI SOLO Tak Pakai Masker, Duh Malunya Minta Ampun

Wahyu Prakoso

Seorang pengemudi ojek daring, Kusuma Adityan, 27, mendapatkan order ke-12 untuk mengantarkan seorang laki-laki dari kawasan Kleco menuju Stasiun Solo Balapan, Jumat 11/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Ia melaju dengan kecepatan sedang mengikuti arus kendaraan ke arah timur atau Plaza Manahan. Namun, ia harus mengurangi kecepatan dan berhenti di Plaza Manahan karena para anggota Satpol PP Kota Solo, TNI dan Polri melakukan operasi gabungan cipta kondisi mendisiplinkan protokol kesehatan Covid-19.
Warga Kecamatan Laweyan tersebut pasrah dihentikan petugas karena kedapatan tidak memakai masker. Ia menyerahkan KTP kepada petugas dan mengisi surat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran terhadap protokol kesehatan.
“Ngapunten Pak. Berhubung saya enggak pakai masker. Ini bapak saya oper sama yang lain,” kata Kusuma kepada pengguna aplikasi setelah petugas memberikan penjelasan wajib menjalani sanksi sosial membersihkan sungai Kali Thoklo Jl. Saharjo, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari.
Pengemudi ojek daring tersebut memakai aplikasi untuk mengoper penumpang melanjutkan perjalanan ke Stasiun Solo Balapan. Ia menanggung biaya perjalanan ojek daring sebagai wujud tanggung jawab.
Petugas menyediakan masker bagi pelanggar yang tidak membawa masker, memberikan sarung tangan, dan meminjamkan sepatu bots. Sebanyak 41 pelanggar harus resik-resik sungai selama 15 menit.
“Ini tidak terlupakan. Berenang di kali pernah tapi membersihkan sungai belum pernah. Yang berat itu pembelajaran sosialnya.  Malunya minta ampun,” katanya setelah keluar dari sungai.
Kusuma mengaku belum mendengar mengenai sosialisasi sanksi sosial membersihkan sungai karena sibuk bekerja. “Semoga pengemudi ojek daring belajar dari kesalahan saya. Selalu pakai masker,” paparnya.
Para petugas gabungan tidak hanya menyasar pengguna sepeda motor dan pesepeda. Sejumlah pengemudi kendaraan roda empat juga dihentikan oleh petugas. Salah satunya Abdul Rohman, 56.
Warga Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu tersebut melakukan perjalanan dengan sang istri menuju Pasar Klewer. Sang istri memakai masker tapi ia kedapatan tak memakai masker.
“Saya enggak keberantaan dengan sanksinya. Ini menjadi pembelajaran supaya disiplin pakai masker,” ungkapnya.
Kepala Satpol PP Kota Solo, Arif Darmawan, menjelaskan operasi gabungan tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Wali Kota Solo No. 24 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.
Sosialisasi terus dilakukan dengan penerapan sanksi sosial berupa membersihkan sungai selama 15 menit. “Bila yang terjaring anak-anak maka yang menanggung sanksi orang tuanya. Teknisnya KTP kami bawa sampai selesai masuk sungai. Pelanggar membuat surat pernyataan dan bila kedapatan melanggar lagi diakumulasikan menjadi 30 menit,” paparnya.
Arif mengatakan, sanksi berlaku bagi pelanggar tempat usaha dengan tambahan sanksi berupa penutupan usaha bila kedapatan tiga kali melakukan pelanggaran. Sanksi berupa membersihkan sampah dan pencabutan rumput untuk  membuat jera.